Berita Hulu Sungai Tengah

Atasi Pelanggan Bandel di Balangan, PLN Area Barabai Gandeng Kejari Balangan

Kesepakatan dilakukan dalam hal bantuan hukum, pertimbangan hukum, surat kuasa, pendapat hukum serta pendampingan hukum

Atasi Pelanggan Bandel di Balangan, PLN Area Barabai Gandeng Kejari Balangan
banjarmasinpost.co.id/hanani
Manajer PLN Kalselteng Area Barabai, Gunawan menandatangani Mou Bidang Bantuan Hukum bersama Kepala Kejaksaan Negeri Balangan, Tommi Kristianto, Rabu (1/2/2017) di Aula Kantor PLN Area Barabai. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Manajer PLN Kalselteng Area Barabai, Gunawan, melaksanakan penandatanganan nota kesepakatan, dengan Kepala Kejaksaan Negeri Balangan, Tommi Kristianto, di Aula Kantor PLN Area Barabai, Rabu (1/2/2017).

Kesepakatan dilakukan dalam hal bantuan hukum, pertimbangan hukum, surat kuasa, pendapat hukum serta pendampingan hukum hingga sosialisasi dan eksekusi.

Sebagai perusahaan BUMN milik negara, kejaksaan bisa melakukan hal tersebut. “PLNsebagai BUMN melakukan kerjasama ini karena Kejaksaan lebih mengerti hukumnya,” kata Gunawan. Selain itu, untuk membantu mengatasi pelanggan bandel, baik yang melakukan pencurian listrik maupun pelanggan yang tagihannya menunggak.

Kerja sama dengan Kejari, diharapkan pelanggan yang bandel tak mengabaikan surat teguran, karena tidak menyelesaikan kewajiban berarti merugikan negara. Penandatangan MoU disaksikan Manajer Rayon PLN Paringin, Wahyudi serta asisten manajer di Area Barabai. Sedangkan dari pihak Kejaksaan Negeri Balangan, turut hadi Kepala Seksi Datun, Kasi Intelegen dan Kasi Pidana Umum dan Kasi Pidana Khusus.

Usai penandatangan, Gunawan menjelaskan, saat ini oleh pemerintah pusat, PT PLN diberi tugas menuntaskan penambahan pembangkit. Kalimantan kebagian 10 persen penambahan, sehingga dengan bertambahnya pembangkit, bertambah pula jaringan pendukung dan jumlah pelanggan.

“Kami yang bertugas di PLN, hampir rata-rata tenaga teknis. Tidak ada yang mendalami masalah hukum. Di sinlah kami membutuhkan kerja sama ini, agar kami bisa fokus mikir masalah teknis pengoperasian jaringan dan pelayanan pelanggan,”kata Gunawan.

Disebutkan, Area Barabai, yang meliputi wilayah Banua Anam (Tapin, HSS, HST, HST, Balangan dan Tabalong) jumlah pelanggan ada 340.000, dimana 30.000 di antaranya, atau sekitar 10 persennya pelanggan di Balangan. Secara operasional rayon, jelas Gunawan mulai membaik, karena untuk pelanggan menunggak, sampai Desember 2016 lalu, tak ada yang lebih daru satu bulan.

Nilai tunggakan, Rp 238 juta. Sedangkan berdasarkan record data untuk pelanggan tak tertib atau mencuri listrik, ada 40 temuan di Balangan, dengan kerugian mencapai Rp 102 Juta. “Usai penandatangan, hasil MoU ini segera ditindaklanjuti,”jelas Gunawan.

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri Balangan, Tommi Kristianto menjelaskan, tugas pokok kejaksaan mengemban amanat Undang-undang,yaitu penuntutan di pengadilan. Namun, Kejaksaan pun punya tugas lain yaitu intelejen dan pengawasan barang cetakan.

“Di luar pengadilan, kejaksaan juga bisa bertindak sebagai pengacara negara, mewakili pemerintah dan aset pemerintah, baik level pusat, provinsi, kabupaten dan kota,”jelas Tommi.

“Untuk PT PLN sebagai perusahaan BUMN yang bersentuhan dengan masyarakat, memang rawan masalah hukum. Kami siap membantu mendampingi PLN di luar maupun di PN,” jelasnya.

Kejari berharap, Mou tak sekadar di atas kertas, tapi ada tindaklanjut di lapangan. Melalui Seksi Intelegen, jelas Kajar, pihaknya bisa melakukan penyuluhan hukum terkait saksi bagi pencuri listri, hingga masalah tunggakan.

Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved