Berita Banjarmasin

Cegah Ilegal Fishing, Nelayan Lokal Rajin Beri Informasi ke Petugas Polair

Kekayaan perairan laut Kalimantan Selatan membuat para nelayan luar berlomba memasuki wilayah ini.

Cegah Ilegal Fishing, Nelayan Lokal Rajin Beri Informasi ke Petugas Polair
banjarmasinpost.co.id/irfani rahman
Direktur Polair Kombes Gatot Wahyudi

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kekayaan perairan laut Kalimantan Selatan membuat para nelayan luar berlomba memasuki wilayah ini. Bahkan para nelayan luar ini tak segan menggunakan alat tangkap yang dilarang yakni pukat hela atau cangkrang.

Tak heran jajaran Direktorat Polair Polda Kalimantan Selatan banyak menangkap para pelaku ilegal fishing atau nelayan luar di perairan Kalsel pada 2015 dan 2016 ini. Kesemuanya pun telah disidik dan dilimpahkan ke jaksa,

Direktur Polair Kombes Gatot Wahyudi didampingi Kasi Tindak Kompol Windy Syahputra mengungkapkan pihaknya berkomitmen untuk melakukan pemberantasan ilegal fishing dengan melakukan patroli rutin di perairan laut Kalimantan Selatan.

"Selain patroli kita juga merangkul masyarakat nelayan lokal dimana jika ada keberadaan nelayan luar yang melakukan penangkapan ikan ilegal mereka memberitahukan ke kita," ucap Gatot,

Pendekatan kepada nelayan lokal ini pun membawa hasil dimana kerap nelayan langsung memberikan informasi jika melihat adanya aktivitas penangkapan ikan ilegal di perairan Kalsel.

"Perahu-perahu nelayan ilegal ini bisa dikatakan lebih canggih dari pada nelayan lokal. Mereka juga menggunakan cangkrang atau pukat hela dalam menangkap ikan." Ucap Gatot.

Masuknya mereka dan melakukan aktivitas penangkapan ikan di wilayah Kalsel ini tak terlepas dari masih melimpahnya jumlah ikan di perairan Kalimantan Selatan. Dimana di perairan wilayah mereka hasil tangkapan ikan sudah mulai jarang.

Apalagi para nelayan ini kebanyakan tak memiliki izin untuk menangkap ikan dan menggunakan alat yang dilarang.

Gatot pun mengungkapkan para nelayan ini terkadang beroperasi di perairan diatas 10 mil laut.

Dan hanya melakukan penangkapan terhadap para nelayan luar yang melakukan ilegal fishing, Ditpolair pun juga melakukan sosialisasi mengubah budaya masyarakat terhadap bentuk ilegal fishing lainnya seperti penangkapan ikan dengan menggunakan alat setrum.

Sementara dari data pihaknya untuk 2015 lalu, Polair menangani 5 kasus ilegal fishing.

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved