Bisnis

Emas Membaik di Tengah Pelemahan Dolar Akibat Dampak Kebijakan Presiden Trump

Emas berjangka divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena dollar AS melemah.

Emas Membaik di Tengah Pelemahan Dolar Akibat Dampak Kebijakan Presiden Trump
Shutterstock
emas batangan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, CHICAGO - Emas berjangka divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena dollar AS melemah dan pedagang berusaha untuk mengukur dampak Presiden AS Donald Trump di pasar.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Maret naik US$ 15,3, atau 1,28 %, menjadi menetap di US$ 1.209,80 per ons troi.

Emas mendapat dukungan karena para investor dalam proses bereaksi terhadap larangan perjalanan dari tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim yang dikenakan oleh Presiden AS Donald Trump.

Para analis percaya bahwa ini mungkin berdampak negatif terhadap pandangan para pemimpin dunia terhadap Amerika Serikat dan sebagai akibatnya akan berdampak pada perdagangan.

Dengan potensi penurunan perdagangan AS dalam pikiran, indeks dollar AS turun 0,76 % menjadi 99,60 pada pukul 19.15 GMT. Indeks adalah ukuran dari dollar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dollar melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih murah bagi investor.

Pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Februari dimulai pada Selasa, dan akan berakhir setelah penutupan pasar pada Rabu.

Para investor percaya Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,75 ke 1,00 selama pertemuan FOMC awal Maret. Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,75 ke setidaknya 1,00 adalah empat % pada pertemuan Februari dan 21 % untuk pertemuan Maret.

Logam mulia diberi dukungan lebih lanjut karena Dow Jones Industrial Average AS turun 124,88 poin atau 0,63 % pada pukul 19.15 GMT.

Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Sementara itu, sebaliknya ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya turun.

Perak untuk pengiriman Maret naik 39,1 sen, atau 2,28 %, menjadi ditutup pada US$ 17,543 per ons troi. Platinum untuk pengiriman April naik US$ 3, atau 0,30 %, menjadi ditutup pada US$ 996,50 per ons troi.(KONTAN)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved