Mapala Bukan Pembunuh

Kegiatan yang berorientasi pada sosial dan kemasyarakatan dengan semangat untuk bisa mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta kepencintaalaman,

Mapala Bukan Pembunuh
BPost cetak
Muhammad Roby 

Civitas akademika bukan hanya memberikan rekomendasi kegiatan yang nantinya dapat dipertanggungjawabkan, akan tetapi, civitas akademika memberikan tindakan preventif agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Pencinta alam Indonesia sadar bahwa segenap pencinta alam adalah saudara, sebagai makhluk yang memiliki alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Kalimat tersebut merupakan sebagian isi kode etik pencinta alam Indonesia yang disahkan dalam forum gladian IV di Ujung Pandang (sekarang Makassar) pada 28 Januari 1974.

Ketika kita kaitkan dengan tragedi Diksar GC ke-37, maka peran kode etik sebagai asas pencinta alam sangat besar dalam menjunjung tinggi soliditas dan solidaritas untuk meningkatkan kinerja aksi bela lingkungan hidup di Indonesia. Selain itu, sebagai saudara sesama pencinta alam maka suntikan semangat serta motivasi akan terus dialirkan kepada Mapala UII Yogyakarta.

Membangun Akuntabilitas
Tragedi Diksar The Great Camping (GC) ke- 37 Mapala UII Yogyakarta menorehkan luka mendalam bagi seluruh pencinta alam di negeri ini. Gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga, mungkin itu peribahasa yang sesuai dengan kondisi organisasi kepencintaalaman saat ini.

Namun, tidaklah tepat ketika kita sebagai kaum intelektual muda hanya termenung dan terlarut dalam kesedihan dari opini negatif oleh sekumpulan individu yang tidak bertanggung jawab.

Mari kita bersama-sama membangun kembali akuntabilitas masyarakat yang mulai rapuh dan terdegradasi. Bersatu dalam lingkup lingkaran memikirkan masa depan, belajar dari kesalahan di masa lalu demi tercapainya cita-cita nusa dan bangsa untuk alam yang lestari.

Sesungguhnya, kejayaan negeri ini berada di pundak pemuda-pemuda yang kuat, kokoh berdiri di puncak tertinggi negeri. Melihat rakyat dari dekat, merasakan derita masyarakat secara langsung, serta memandang kerusakan alam sebagai tanggung jawab kita sesama manusia. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help