Berita Banjarbaru

Maya Hirai Kembali Ke Kalsel, Catat tanggalnya

Maya Hirai, instruktur origami Indonesia dari School Of Origami Indonesia dan Sanggar Origami Indonesia, peraih banyak rekor Muri dalam bidang Origami

Maya Hirai Kembali Ke Kalsel, Catat tanggalnya
istimewa
Plh Kearsipan Provinsi Kalsel Hj Nurliani bersama Maya Hirai

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Maya Hirai, instruktur origami Indonesia dari School Of Origami Indonesia dan Sanggar Origami Indonesia, peraih banyak rekor Muri dalam bidang Origami ini kembali akan meriahkan wokshop origami di Kalsel.

Kali ini digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Provinsi Kalsel bekerjasama dengan TP PKK Provinsi Kalsel, akan digelar workshop origami Maya Hirai, 24 dan 25 Februari 2015.

"Kegiatan ini pertama diadakan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov Kalsel, setelah tahun kemarin sukses diadakan Pustarda Banjarbaru," ucap ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel Hj Nurliani, Rabu (1/2).

Sekilas kisah sosok Maya Hirai, memang tak bisa lepas dari dunia origami atau seni melipat kertas dari Jepang.

Saat ini, di Indonesia, perempuan bernama asli Fajar Ismayanti itu satu-satunya instruktur origami yang memegang sertifikat Nippon Origami Association (NOA).

Pada pertengahan 2005, Maya mengikuti tes sertifikasi instruktur origami berkualifikasi dari NOA. Dari 50 bentuk yang diujikan, kapal bajak laut jadi bentuk paling sulit.

Ujian membuat origami kapal bajak laut itulah yang membuatnya meraih sertifikat.

Pada Desember 2005, ia kembali ke Indonesia. Mulai awal 2006, ia sudah kebanjiran permintaan workshop dari rekan berbagi ilmu origami di Tanah Air yang ia usung lewat interaksi di dunia maya di sanggar-origami.com dan Yahoo! Groups.

Menurut dia, origami lebih dari sekadar seni, karena bisa mengembangkan karakter disiplin. Dia tak bermaksud menggeser budaya Indonesia. Tapi justru ingin mengajak orang meningkatkan apresiasi terhadap keindahan.

Menariknya, Maya menawarkan konsep ramah lingkungan dalam karyanya.

Ia menjelajahi origami dengan menggunakan limbah-limbah rumah tangga, seperti plastik dan aluminum foil dari susu bubuk atau cokelat untuk menyiasati sampah anorganik.

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help