Selama 2016, Sebanyak 1.648 Kepiting Hasil Sitaan yang Dilepasliarkan oleh Balai Karantina

Kepiting ini dikatakannya, memang salah satu jenis kepiting unggulan yang kerap diekspor ke Singapura, Cina dan Jepang. Namun untuk ekspor sedikit.

Selama 2016, Sebanyak 1.648 Kepiting Hasil Sitaan yang Dilepasliarkan oleh Balai Karantina
banjarmasinpost.co.id/nurcholis huda
Petugas Balai Karantina memperlihatkan kepiting hasil sitaan yang akan dilepasliarkan di Pulau Kaget 

BANJARMASINPOST.CO.ID-BANJARMASIN - Data Balai KIPM Kelas II Banjarmasin menyebutkan Frekwensi Pengiriman kepiting Bakau tahun 2015 sebanyak 3.172 kali dan ini meningkat di mana Frekwensi Pengiriman kepiting Bakau tahun 2016 sebanyak 3.590 kali.

"Kasus Pelanggaran selama 2016 ada 8 kasus dengan total 1.648 ekor yang dilepas liarkan. Nilai uang yang diselamatkan sekitar Rp. 200.000.000," papar Kasi Pelayanan Operasional Balai Karantina Ikan dan Pengedalian Mutu dan keamanan Hasil Perikanan, Kelas II Banjarmasin, Elvina Kartiani.

Kepiting ini dikatakannya, memang salah satu jenis kepiting unggulan yang kerap diekspor ke Singapura, Cina dan Jepang. Namun untuk ekspor sedikit. "Biasanya melalui Jakarta atau Batam. Harga kepiting bertelur asal Kalsel bisa mencapai Rp 600 ribu per kilo, karena memiliki keunggulan rasa dagingnya yang lebih gurih," katanya.

Masih banyaknya pratik yang ingin menyalurkan kepiting ini ke luar daerah, menurut Elvina ada kemungkinan kalau mereka coba coba memasokkan lantaran tidak mengetahui peraturan.

"Ada aturan baru dengan sistem buka tutup yang diterapkan. Namun di bawah 200 tidak boleh dikirim keluar daerah," kata dia.
Diterangkannya, populasi untuk kepiting ini masih luar biasa.

"Biasanya daerah Batulicin Kotabaru banyak termasuk di kawasan Aluh Aluh. Permen ini

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 56 tahun 2016, tentang batasan ukuran serta larangan menangkap kepiting, lobster ataupun rajungan yang tengah dalam kondisi bertelur.

"Untuk Kepiting di bawah ukuran akan dikirim ke Batam, Singapura dan daerah Termasuk Jakarta. Ini kebanyakan yang kami kirim. Kebetulan yang kita siti ini mau dikirim ke Jakarta." kata dia.

Biasanya, sambung dia, keperluan untuk dikirim ke luar Kalimantan itu dugaannya tidak lain untuk dipergunakan untuk konsumsi. "Dikirimnya dugaanya ya ke restoran," sebutnya. (*)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help