Terapi Bayi Tabung Tingkatkan Risiko 3 Kanker pada Perempuan, Berikut Penjelasannya

Apakah Anda ingin punya anak namun sampai saat ini belum juga hamil? Saat ini banyak sekali perawatan atau cara untuk memudahkan seorang wanita

Terapi Bayi Tabung Tingkatkan Risiko 3 Kanker pada Perempuan, Berikut Penjelasannya
net
ilustrasi bayi tabung 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Apakah Anda ingin punya anak namun sampai saat ini belum juga hamil? Saat ini banyak sekali perawatan atau cara untuk memudahkan seorang wanita untuk hamil. Salah satunya dengan terapi bayi tabung atau in vitro fertilisation (IVF).

Terapi bayi tabung tergolong sangat mahal dan terdiri dari berbagai tahapan yang kompleks, diketahui hanya 5% pasangan yang susah memiliki anak yang kemudian melakukan proses ini.

Apa itu terapi bayi tabung (IVF)?

Lebih dari 200 ribu bayi telah dilahirkan melalui proses bayi tabung sejak proses ini diperkenalkan tahun 1981. Pada keadaan yang normal, proses pembuahan antara telur wanita dengan sperma pria terjadi pada tubuh wanita.

Namun banyak hal yang mempengaruhi keberhasilan proses pembuahan yang terjadi di dalam tubuh. Jika pembuahan berhasil terjadi, maka kehamilan akan terjadi.

Sedangkan, pada proses bayi tabung, pembuahan terjadi di luar tubuh wanita dan jika pembuahan tersebut berhasil, maka calon janin tersebut akan dimasukkan kembali ke rahim ibu untuk tumbuh dan berkembang hingga waktu kelahiran tiba.

Namun proses bayi tabung tidak bisa sembarangan dilakukan karena proses ini juga dapat menimbulkan berbagai efek samping untuk kesehatan tubuh. Ada beberapa hal yang menyebabkan Anda dianjurkan untuk melakukan proses bayi tabung:

Anda didiagnosis mengalami infertilitas atau tidak subur yang diakibatkan oleh berbagai faktor

Saluran tuba falopi atau saluran keluarnya telur tertutup karena gangguan fungsi tubuh yang terjadi

Pasangan Anda memiliki masalah kesuburan

Tidak berhasil hamil walaupun sudah mengonsumsi obat kesuburan atau melakukan intrauterine insemination (IUI)

Sampai saat ini telah banyak yang melakukan penelitian terkait risiko melakukan proses bayi tabung, dan hasil penelitiannya sangat bervariasi.

Ada sebagian yang berhasil membuktikan bahwa proses terapi medis tersebut dapat meningkatkan risiko kanker payudara, kanker rahim, dan kanker ovarium.

Sebuah penelitian yang melibatkan 255.786 wanita yang melakukan proses bayi tabung di Inggris pada 1990 hingga 2010 dan dilihat perkembangannya selama 8 tahun, menemukan sebanyak 386 kasus kanker ovarium. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa:

Wanita yang tetap tidak memiliki bayi setelah melakukan proses bayi tabung, mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kanker ovarium.

Risiko terkena kanker ovarium akan lebih tinggi lagi jika melakukan proses bayi tabung berkali-kali, semakin sering akan semakin berisiko.

Wanita yang masih terlalu muda untuk melakukan proses bayi tabung juga berisiko mengalami kanker.

Sedangkan wanita yang melakukan proses ini akibat pasangannya yang tidak subur, tidak berisiko untuk mengalami kanker.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved