Berita Banjarmasin

Jerman pun Berbahasa Arab dan Indonesia

Jerman yang dulunya terpecah menjadi dua bagian negara, Jerman Barat dan Jerman Timur, memang giat dalam mempelajari sesuatu

Jerman pun Berbahasa Arab dan Indonesia
istimewa
Prof Dr H Kamrani Buseri MA (baju merah)

BANJARMASINPOST.CO.ID - Jerman yang dulunya terpecah menjadi dua bagian negara, Jerman Barat dan Jerman Timur, memang giat dalam mempelajari sesuatu sehingga tak heran mampu menguasai berbagai bidang kehidupan.

Salah satu bukti giatnya belajar berbagai hal adalah adanya perguruan tinggi di Jerman yang memelajari bahasa asing berikut agama yang notabene bukan agama mayoritas di negara liberal tersebut.

Sebagaimana kunjungan Prof Dr H Kamrani Buseri MA ke Jerman pada 2003 lalu. Selama 13 hari di negara tersebut ia mengikuti workshop bahasa Arab dan studi Islam dan kota Leipzig dan Hamburg.

Kelihatannya unik. Namun itulah kenyataannya, di Universitas Leipzig ada Fakultas Bahasa Arab. Mahasiswa yang belajar di fakultas tersebut pandai berbahasa Arab.

Demikian pula di Hamburg yang merupakan kota tempat tinggal mantan presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie, budaya dan bahasa Indonesia dipelajari oleh kalangan akademis.

"Saat kami datang ke Leipzig, rombongan kami yang berjumlah 30 orang disambut mereka dengan komunikasi berbahasa Arab. Sedangkan di Hamburg disambut berbahasa Indonesia," paparnya.

Di Universitas Leipzig, Fakultas Bahasa Arab menekankan pada kemampuan penterjemahan. Sehingga mereka bisa mendalami agama Islam.

"Dengan kemampuan berbahasa Arab, kalangan akademis di sana mempelajari Al Quran dan Hadits. Hanya saja mereka tidak mengimani Islam," papar Kamrani.

Lain lagi di Hamburg, saat workshop dari makalah yang disampaikan akademisi sebagian besar ditulis berbahasa Indonesia.

"Ada enam makalah yang berbahasa Indonesia, hanya satu makalah berbahasa Inggris," ujar Kamrani.

Kemampuan kalangan akademisi berbahasa Indonesia, didukung salah satunya atas keberadaan buku-buku berbahasa Indonesia di perpustakaan setempat.

"Di Hamburg ada perpustakaan yang banyak mengoleksi buku berbahasa Indonesia," jelasnya.

Penulis: Salmah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved