Naik di Amerika, Nissan Anjlok di Negeri Sendiri dan Eropa

Di markas sendiri, Jepang, penjualan Nissan di Jepang turun 9,3 persen year on year (YoY) menjadi 534.392 unit.

Naik di Amerika, Nissan Anjlok di Negeri Sendiri dan Eropa
Carscoops.com
Nissan Micra 2017. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TOKYO – Produsen mobil terbesar kedua Jepang, Nissan, merilis hasil penjualan globalnya di mana diklaim mendapat kenaikan 2,5 persen sepanjang 2016. Total unit yang berhasil dikirim ke konsumen mencapai 5.559.902 unit, dengan total produksi 5.556.241 unit di seluruh dunia.

Mengutip Automotiveworld, Rabu (2/2/2017), ini merupakan kenaikan berturut-turut selama tujuh tahun terakhir. "Ini merupakan tahun rekor untuk penjualan dan produksi global," ujar Daniele Schillaci, Executive Vice President dan Global Head of Marketing and Sales.

Schillaci menambahkan, pertumbuhan ini dikarenakan permintaan yang kuat untuk model seperti Rogue dan Maxima di Amerika, dan Qashqai dan Lannia untuk pasar China. Dirinya melanjutkan, pada 2017, Nissan akan terus mencari keuntungan keuntungan dari masuknya produk baru di daerah kunci.

“Di Jepang, penjualan Note dan Serena baru akan membantu kami menjaga momentum, yang telah tampak selama beberapa bulan terakhir. Lalu di Eropa, respon terhadap mobil kompak baru Micra (March) cukup positif, sementara Amerika, kami akan memperkuat penawaran kami di segmen crossover dengan peluncuran Rogue Sport musim semi ini," ucap Schillaci.

Di Jepang

Di markas sendiri, Jepang, penjualan Nissan di Jepang turun 9,3 persen year on year (YoY) menjadi 534.392 unit. Anjloknya penjualan ini disumbang besar oleh nasib buruk segmen kendaraan mini yang turun 29,4 persen, menjadi 148.789 unit.

Kemudian di Amerika, penjualan tumbuh 5,4 persen dibanding 2015 lalu, atau menjadi 1.564.423 unit, dan ini diklaim sebagai rekor baru. Lalu Meksiko, peningkatan sebesar 15,6 persen, menjadi 403.286 unit.

Menyebrang ke benua Eropa, penjualan harus rela turun 0,7 persen atau menjadi 755.599 unit. Peningkatan tertinggi kedua dialami di China, sebesar 8,4 persen, atau memperoleh 1.354.552 unit. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved