Berita Regional

Bikin Sesak Dada! Ini Permintaan Terakhir Korban Pohon Tumbang UI Kepada Ibunya Sebelum Tewas

Permintaan itu dikatakan Wiji ketika pukul 15.00 WIB pada Sabtu (4/2/2017) kemarin sebelum adanya tragedi pohon tumbang.

Bikin Sesak Dada! Ini Permintaan Terakhir Korban Pohon Tumbang UI Kepada Ibunya Sebelum Tewas
Tribun Bogor
Pemakaman sepasang suami-istri korban pohon tumbang di lingkar Universitas Indonesia 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Wiji, Ibu dari Rustiana Imala Putri, (27) korban tewas tertimpa pohon tumbang di lingkar Universitas Indonesia (UI) tak memiliki firsat apapun terkait kematian anaknya.

Namun Wiji menceritakan, saat itu Anna sapaan akrab dari Rustiana meminta hal yang tidak biasa.

Permintaan itu dikatakan Wiji ketika pukul 15.00 WIB pada Sabtu (4/2/2017) kemarin sebelum adanya tragedi pohon tumbang.

Ketika itu Ibunda Rustiana sedang mengasuh cucunya.

Saat itu tiba-tiba ponsel miliknya berbunyi dan rupanya itu pesan dari Rustiana.

Saat Wiji membaca isi pesan dari anaknya, ia tidak berfikir bahwa itu merupakan pesan terakhir dari Anna.

Hingga Minggu (5/2/2017) petang, sisa batang pohon sengon yang tumbang dan menewaskan dua orang di Jalan Akses UI, Jagakarsa, Jakarta Selatan, masih tergeletak di pinggir jalan.
Hingga Minggu (5/2/2017) petang, sisa batang pohon sengon yang tumbang dan menewaskan dua orang di Jalan Akses UI, Jagakarsa, Jakarta Selatan, masih tergeletak di pinggir jalan.
Pohon besar dekat flyover Universitas Indonesia dari arah Depok menuju Jakarta tumbang, Sabtu (4/2/2017). Akibatnya, dua orang dalam kejadian tersebut tewas di lokasi kejadian.
Pohon besar dekat flyover Universitas Indonesia dari arah Depok menuju Jakarta tumbang, Sabtu (4/2/2017). Akibatnya, dua orang dalam kejadian tersebut tewas di lokasi kejadian.

Dengan mata berkaca-kaca sambil sesekali menutup wajahnya dengan kedua lengannya, Wiji mengatakan bahwa saat itu Anna meminta sang ibu memfoto anak dari Rustiana yang baru sembilan bulan.

"Jadi pagi-pagi itu dia ngantar saya dulu chek up, periksa gula, asam urat dan tensi di klinik, selesai mengantar saya mereka pergi ke undangan, sampai siang itu enggak ada kabar, mungkin lagi di undangan.

"Jelang sore dia ngirim pesan katanya minta dikirimin foto anaknya, saya kirim, sudah itu sampai sore tidak ada kabar lagi," ujar Wiji sembari mengusap matanya.

Wiji pun kaget saat menerima kabar bahwa anak dan menantunya, Miftah Abdillah Achmad (27) menjadi korban pohon tumbang.

Ketika itu dia tidak langsung diberi tahu kondisi dari anak dan menantunya tersebut.

Wiji pun kemudian menelepon sang Paman yang tinggal di kawasan Bekasi.

Dengan cepat sang paman pun berangkat menuju rumah sakit Fatmawati.

Namun rupanya Miftah dan Anna sudah tidak bisa diselamatkan karena kondisinya yang mengalami luka parah.

" Jadi dapat kabar itu setelah magrib, dan saya langsung mengabarkannya ke Kakak saya yaitu pamannya Anna, tapi memang sudah takdir dan ketentuan Allah, Anna sama Miftah tidak tertolong," tutur Wiji.

Editor: Didik Trio
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved