Kotak Pandora Misteri Runtuhnya Peradaban Suku Maya Mulai Terbuka

Kotak pandora misteri runtuhnya peradaban Suku Maya yang melegenda itu mulai terbuka perlahan.

Kotak Pandora Misteri Runtuhnya Peradaban Suku Maya Mulai Terbuka
net
Misteri runtuhnya peradaban Suku Maya yang melegenda itu mulai terbuka perlahan. Ketidakstabilan sosial, perang berkepanjangan, dan krisis politik yang ada di dalamnya, disebut sebagai musababnya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kotak pandora misteri runtuhnya peradaban Suku Maya yang melegenda itu mulai terbuka perlahan.

Beberapa peneliti berhepotesis, keruntuhan ini, tak lain dan tak bukan, disebabkan oleh ketidakstabilan sosial, perang berkepanjangan, dan krisis politik yang ada di dalamnya.

Hepotesis ini dikeluarkan setelah tim peneliti melakukan uji materi terhadap penanggalan radiokarbon di salah satu situs Suku Maya terlua di Ceibal, Guetamala.

Ada dua era keruntuhan peradaban Maya: kehancuran pra-klasik yang terjadi pada abad ke-2 dan kehanuran klasik yang terjadi pada abad ke-9.

Selama ini, sebab kedua keruntuhan itu masih misterius. Kini, ilmuwan menemukan sebab keduanya sama.

“Kami menemukan pola yang sama pada kedua kasus kehancuran peradaban Maya tersebut,” kata Takeshi Inomata, peneliti dari Universitas Arizona, seperti dikutip Daily Mail, Senin (23/1). “Dan, ini bukan hanya kehancuran yang sederhana, tapi terdiri dari gelombang kehancuran.”

“Pertama, ujar Inomata, ada gelombang kehancuran kecil yang mendahului, terkait dengan perang dan beberapa ketidakstabilan politik. Kemudian terjadi kehancuran utama di mana banyak pusat peradaban suku Maya ditinggalkan.

Pemulihan sempat terjadi, tetapi kembali hancur.

Temuan ini adalah pencapaian penting setelah riset selama satu dekade. Hasil riset ini memberi gambaran yang lebih jelas tentang proses terjadinya kehancuran.

“Kita telah sampai pada titik ketika kita bisa melihat pola sosial peradaban Maya dengan penanggalan radiokarbon yang tepat,” kata Inomata.

Temuan ini diterbitkan dalam Proceeding of the National Academy of Sciences.

Editor: Edinayanti
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved