Tiga Syarat Ini yang Diinginkan Investor untuk Menanamkan Modalnya

Pengusaha jasa transportasi dan perhotelan di NTT itu mengatakan hal itu terkait fasilitas apakah yang perlu disiapkan pemerintah terhadap investor.

Tiga Syarat Ini yang Diinginkan Investor untuk Menanamkan Modalnya
kom
Maket hasil investasi 700 juta dollar Amerika Serikat yang dilakukan SGMW Motor Indonesia. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUPANG - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Nusa Tenggara Timur Fredy Ongko Saputra mengatakan umumnya investor swasta menginginkan tiga syarat untuk menanamkan modalnya. Ketiganya adalah perizinan tidak berbelit-belit, kepastian hukum dan keamanan serta tersedianya sarana dan prasarana memadai.

Tiga syarat utama ini mutlak disediakan dan dijaminkan agar invesor swasta dalam bidang apapun tidak ragu dan enggan menanamkan modalnya di Indonesia termasuka yang ada di NTT," katanya kepada Antara di Kupang, Senin (6/2).

Pengusaha jasa transportasi dan jasa perhotelan di NTT itu mengatakan hal tersebut terkait fasilitas apakah yang perlu disiapkan pemerintah terhadap investor agar bergairah menanamkan modalnya dalam bidang dan sektor transportasi atau lainnya.

Syarat perizinan kata dia, saat ini sudah ada kebijakan penyederhanaan perizinan sehingga memudahkan investor untuk menanamkan modalnya.

"Konkritisasi dari penyederhanaan ini telah dilakukan pemerintah berupa pembatalan 3.143 Peraturan Daerah (Perda) namun masih perlu implementasi di lapangan dan respons dari investor terhadap kebijakan itu," katanya.

Menurut dia, penghilangan sejumlah tahapan dalam birokrasi sudah mendesak untuk dilakukan, karena beberapa negara tetangga Indonesia telah terlebih dahulu menerapkan langkah tersebut.

"Kita beriringan dan bersaing dengan Malaysia dan Thailand. Lalu datang Vietnam, yang dalam sejumlah hal telah melewati pencapaian kita. Sekarang Birma baru mulai, jangan sampai kita dilewati kembali," tuturnya.

Untuk itu katanya kebijakan lain yang perlu didorong pemerintah untuk memacu pertumbuhan dan pembangunan di Tanah Air, di antaranya mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dan kelengakapan serta lancarnya sarana prasarana terutama di pelosok daerah.

"Kondisi ini harus ada dan dimiliki sehingga sama menariknya dengan negara di sekitar kita, bahkan bila perlu lebih menarik untuk tempat investasi," katanya.

Sedangkan dalam kaitannya dengan kepastian hukum dan keamanan kata dia umumnya masalah pembebasan lahan untuk investor masih berbelit-belit sehingga tidak jelas, memakan waktu, biaya dan tenaga, sehingga investor lebih memilih hengkang ke daerah yang dijamin adanya kepastian hak atas tanah dan keamanan serta kenyamanan.

Demikian pula ketersediaan sarana dan prasarana seperti listrik, jalan dan jembatan yang layak serta kemudahan lainnya bagi investor agar merasa memiliki dan membangun daerah ini. (KONTAN)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved