Metro Banjar Edisi Cetak

Bongkar Jaringan Curanmor Lintas Provinsi, Tim Reskrim Porlresta Banjarmasin Kejar Penadah ke Sampit

Dijumpai di Mapolresta Banjarmasin, saat rilis ungkap kasus, Senin (6/2) sore, Roni dan Wawan mengaku mereka beraksi sejak pertengahan 2016 lalu.

Bongkar Jaringan Curanmor Lintas Provinsi, Tim Reskrim Porlresta Banjarmasin Kejar Penadah ke Sampit
metrobanjar.com
Metro Banjar Halaman 1 Edisi Selasa (7/2/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sepeda motor Anda dicuri orang? Datang saja ke Polresta Banjarmasin. Di tempat tersebut diamankan 24 unit sepeda motor curian, hasil aksi dua pelaku curanmor lintas provinsi.

“Barangkali dari sekian banyak barbuk yang kami amankan ada motor kepunyaan Anda,"
kata Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Anjar Wicaksana.

Jaringan curanmor lintas provinsi ini diawaki Ardi Roni Setiawan alias Roni (32) warga Lambung Mangkurat Banjarmasin, Erwan alias Wawan (42) warga Pekapuran Banjarmasin. Hasil curian mereka diserahkan kepada Abdul Ghani alias Haji Kani (44) warga Sampit Kalteng untuk dijual.

Dijumpai di Mapolresta Banjarmasin, saat rilis ungkap kasus, Senin (6/2) sore, Roni dan Wawan mengaku mereka beraksi sejak pertengahan 2016 lalu.

“Kami punya tugas masing-masing. Saya dan Wawan bertugas sebagai eksekutor. Sedangkan Haji Kani sebagai penadah sekaligus menjual sepeda motor hasil curian,” ujar Roni.

Aksi Roni dan Wawan terencana rapi. Sebelum beraksi, mereka rajin mencari sepeda motor yang diparkir di halaman atau di luar rumah tanpa dikunci stang. Kalau sepeda motor yang dicari sudah didapat, Roni yang pertama beraksi. Roni mendekat dan kemudian mendorong sepeda motor itu.

Setelah Roni berhasil membawa sepeda motor, giliran Wawan menjalankan tugasnya. Wawan mendekati Roni, yang tengah mendorong sepeda motor seperti orang kehabisan bensin. Berpura-pura membantu, Wawan ikut mendorong sepeda motor yang dibawa Roni.

Caranya, salah satu kaki Wawan diletakkan di sepeda motor Roni. Kemudian Wawan menggeber gas sepeda motor. Begitu sepeda motor berjalan, Roni langsung naik dan mengendalikan sepeda motornya.

Kemana mereka membawa sepeda motor curian itu? Roni mengatakan mereka langsung pergi tukang kunci.

"Kami punya tukang kunci langganan. Kami serahkan motor itu ke tukang kunci untuk dibuatkan kunci duplikatnya. Setelah itu mesin sepeda motor bisa kami hidupkan,” ujar residivis ini.

Wawan menambahkan sepeda motor curian itu mereka bawa ke Sampit, Kalteng. “Kami punya teman di Sampit. Dialah yang menjual sepeda motor curian itu senilai Rp 2 juat sampai Rp 3 juta," ujar Wawan.

Teman Roni dan Wawan yang berada di Sampit itu adalah Haji Kani. "Kadang, motor curian langsung saya bayar. Tapi kebanyakan, pembayarannya menunggu setelah laku dijual," ujar Haji Kani. (ady)

Baca Lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Selasa (7/2/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved