Health Info

Kenapa Susu Sapi Sebaiknya Diberikan Pada Anak di Atas 1 Tahun? Ini Alasannya

Bayi tidak bisa mencerna susu sapi sama seperti jika meminum air susu ibu (ASI) atau susu formula.

Kenapa Susu Sapi Sebaiknya Diberikan Pada Anak di Atas 1 Tahun? Ini Alasannya
banjarmasinpost.co.id/kompas.com/SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Susu berperan penting untuk memenuhi kecukupan nutrisi pada batita. Untuk anak yang sulit makan, cukupi dengan sedikit menambah porsi susu setiap harinya usai menyantap makanan pokok. Nah, kira-kira kapan waktu yang tepat dan bagaimana cara paling efektif untuk memberi susu sapi pada anak? Semua jawaban ada di sini.

Bayi tidak bisa mencerna susu sapi sama seperti jika meminum air susu ibu (ASI) atau susu formula. Hal ini disebabkan karena susu sapi mengandung konsentrasi protein dan mineral yang tinggi, sehingga bila diberikan pada bayi saat belum memenuhi usia yang disarankan dapat mengganggu sistem pencernaan bayi.

Susu sapi tidak memiliki jumlah zat besi, vitamin C, dan nutrisi lain yang tepat untuk bayi. Bahkan dapat menyebabkan defisiensi anemia pada beberapa bayi, karena protein susu sapi dapat mengiritasi lapisan dari sistem pencernaan, yang mengarah ke darah dalam tinja. Susu sapi juga tidak menyediakan jenis lemak baik untuk tumbuh kembang bayi.

Usia sekitar 1 tahun adalah usia yang diperkirakan paling tepat, di mana anak telah memiliki sistem pencernaan yang lebih baik dan matang, sehingga susu sapi dapat melengkapi pola makan seimbang dari makanan padat yang meliputi sereal, sayuran, buah-buahan dan daging.

Alasan mengapa susu sapi dibutuhkan bagi usia batita adalah susu sapi yang merupakan sumber yang kaya kalsium, yang membangun tulang dan gigi kuat serta membantu mengatur pembekuan darah dan kontrol otot. Susu sapi juga salah satu dari beberapa sumber vitamin D, yang membantu tubuh menyerap kalsium dan sangat penting untuk pertumbuhan tulang.

Adapula kandungan protein dalam susu yang baik untuk pertumbuhan, dan karbohidrat untuk memberikan energi yang dia butuhkan sepanjang hari. Bila anak tercukupi kebutuhan kalsiumnya, maka anak akan memiliki risiko lebih rendah terkena tekanan darah tinggi, stroke, kanker usus besar, dan patah tulang pinggul di kemudian hari.

Bila ibu ingin mengenalkan batita pada susu sapi, ibu tidak harus berhenti menyusui. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan tidak apa-apa jika ibu ingin terus menyusui hingga anak berusia 1 tahun.

Berapa banyak susu yang harus saya balita minum?

Menurut AAP, anak usia 1 tahun bisa mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D sekitar 227 sampai 340 gram susu sapi atau jumlah yang setara dengan produk susu lainnya, seperti yogurt atau keju. Pada usia 2, anak perlu meminum sekitar 454 gram, atau 2 gelas susu sapi atau produk susu lainnya setiap hari.

Namun, jangan sampai memberi anak susu sapi dengan takaran berlebih atau sekitar 900 gram sehari. Seimbangkan dengan makanan lainnya. Bila anak haus, beri saja air mineral.

Namun, bagaimana jika batita tidak suka dengan susu sapi? Jika kasus ini menimpa anak ibu, maka cobalah mencampurkan susu sapi dengan ASI atau susu formula dalam botol sebagai awal masa penyesuaian. Lalu perlahan-lahan tambahkan takaran susu sapi hingga menjadi 100 persen.

Hal ini dapat menjadi tantangan untuk memenuhi rekomendasi gizi susu atau produk susu jika anak tidak suka susu sapi. Tapi ada banyak cara untuk memasukkan susu sapi tersebut ke dalam pola makan anak. Sebagai contoh:

1. Tambahkan susu pada serealnya.
2. Sajikan yogurt, cottage cheese, pudding, custard untuk makanan ringan.
3. Membuat sup dengan lebih banyak susu dibandingkan air.
4. Tambahkan saus yang berasal dari adonan susu.
5. Sajikan untuk si kecil.

Editor: Didik Trio
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help