Berita Hulu Sunga Tengah

Tak Sanggup Garap Sawah Lagi, Kai Ghazali Jual Zenith

Beralasan tak punya pekerjaan dan tak sanggup lagi menggarap sawah karena sudah tua, Ghazali alias Kai (55) malah beralih profesi ke bisnis ilegal.

Tak Sanggup Garap Sawah Lagi, Kai Ghazali Jual Zenith
banjarmasinpost.co.id/hanani
Kai Ghazali 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Beralasan tak punya pekerjaan dan tak sanggup lagi menggarap sawah karena sudah tua, Ghazali alias Kai (55) malah beralih profesi ke bisnis ilegal.

Dia berjualan zenith atau carnophen. Bisnis kai ini pun meresahkan masyarakat di Desa Ayuang, Kecamatan Barabai, Hulu Sungai Tengah. Warga khawatir karena obat yang dibeli dari Kai disalahgunakan pembelinya untuk tujuan mabuk-mabukan.

Keresahan masyarakat itu berlanjut dengan laporan ke Satresnarkoba Polres HST, yang akhirnya menangkap Kai, setelah menemukan barang bukti berupa 360 butir zenith saat melakukan penggeledahan di rumahnya, Desa Ayuang, Rabu (8/2/2016) pukul 15.00 Wita.

Kapolres HST, AKBP Mugi Sekar Jaya, melalui Kepala Urusan Pembinaan Operasional Satnarkopa Aiptu Andriharto kepada BPost Online malam ini menjelaskan, tertangkapnya Kai setelah pihaknya menindaklanjuti informasi masyarakat bahwa di Desa Ayuang sering terjadi transaksi jual beli obat-obatan jenis zenith.

Sekitar pukul 15.00 Wita, pihaknya melakukan pengintaian, dan saat ada seseorang masuk ke rumah yang dicurigai, dilakukan penyergapan. Namun, laki-laki yang masuk ke rumah itu berhasil melarikan diri. Sedangkan pemilik rumah, Kai berhasil diamankan.

“Saat rumahnya kami geledah bersama Kades setempat, ditemukan zenith dalam kantong kresek hitam yang dimasukkan ke lubang dinding kalsiboard. Juga ada uang tunai Rp 7.000 yang diduga dari hasil penjualan. Selanjutnya barang bukti dan tersangka kami bawa ke Mapolres untuk dimintai keterangan,” kata Andri.

Kepada penyidik, Andri Kai mengaku terpaksa berjualan obat tersebut karena tidak ada pekerjaan. Sedangkan untuk bercocok tanam, dia mengaku tak sanggup menggarap sawah lagi. Namun, apapun dalihnya, Sat Narkoba tetap mengenakan pasal 197 junto pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. “Dia mengedarakan obat-obatan/sediaan farmasi yang sudah ditarik izin edarnya,” kata Andri.

Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved