Facebook 'Manjakan' Pegawainya: Urus Keluarga Sakit Dijatah Cuti Enam Minggu dan Full Gaji

Hal tersebut disampaikan Chief Operating Officer Facebook, Sheryl Sandberg, lewat laman Facebook personalnya.

Facebook 'Manjakan' Pegawainya: Urus Keluarga Sakit Dijatah Cuti Enam Minggu dan Full Gaji
Getty Images
Pasangan Dave Goldberg (kanan) dan istri Sheryl Sandberg, pada 2014 

 BANJARMASINPOST.CO.ID - Facebook menetapkan kebijakan baru terkait jatah cuti bagi pegawainya. Hal tersebut disampaikan Chief Operating Officer Facebook, Sheryl Sandberg, lewat laman Facebook personalnya.

Jatah cuti spesial diberikan untuk pegawai yang baru saja memiliki anak, ditinggalkan sanak keluarga, atau harus mengurus anggota keluarga yang sakit. Masing-masing punya batas cuti yang berbeda-beda.

Bagi orangtua baru, Facebook memberikan jatah cuti hingga 40 hari. Hal ini mempertimbangkan anak bayi yang membutuhkan perhatian penuh dari kedua orangtuanya.

Selain itu, ada jatah cuti 20 hari untuk pegawai yang anggota keluarga intinya meninggal dunia. Jika kabar duka cita datang dari keluarga jauh, Facebook mengizinkan pegawainya mengambil cuti maksimal hingga 10 hari.

Jatah cuti yang relatif banyak juga diberikan untuk pegawai yang harus mengurus keluarga yang sakit parah, yakni hingga enam minggu. Pegawai akan tetap digaji penuh selama masa cuti.

"Kami juga memberikan cuti selama tiga hari untuk pegawai yang merawat anggota keluarga yang sakit ringan. Misalnya anak yang terkena flu," kata Sandberg pada laman Facebook-nya, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Rabu (8/2/2017).

Dalam postingan yang diunggah Sandberg, dirinya mengaku senang bisa bekerja di perusahaan semacam Facebook. Pasalnya, tak banyak perusahaan yang mendukung pegawainya untuk menyeimbangkan waktu antara pekerjaan dan keluarga.

"Ketika suami saya meninggal dan anak saya butuh waktu lebih bersama saya, saya bersyukur bekerja di perusahaan yang fleksibel dan memahami kondisi saya," kata Sandberg.

Di akhir postingannya, Sandberg pun percaya bahwa pegawai adalah aset terpenting pada tiap perusahaan. Karena itu, jika perusahaan memahami pegawai, maka sejatinya pegawai akan berkontribusi lebih baik pada perusahaan.

"Saya harap lebih banyak perusahaan yang mengikuti kebijakan kami, karena keluarga butuh dukungan," ujarnya.

Diketahui, selama ini banyak pekerja di industri teknologi yang mengajukan protes atas jam kerja berlebihan dan minimnya jatah cuti. Belakangan para perusahaan teknologi mulai membuat kebijakan yang lebih ramah terhadap kondisi pegawai yang berkeluarga.

Selain Facebook, Netflix juga menetapkan kebijakan cuti yang mendukung kebutuhan berkeluarga para pegawainya. Di Netflix, pegawai yang baru menjadi orangtua diberikan jatah cuti tak terbatas. (KOMPAS.com)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved