NEWS VIDEO

Ini Cerita Penambang Emas yang Selamat di Bajuin

Tabrani (50) warga RT 7 Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, mengaku bersyukur dan tak menyangka selamat dari maut musibah tanah longso

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Tabrani (50) warga RT 7 Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, mengaku bersyukur dan tak menyangka selamat dari maut musibah tanah longsor.

Mengenakan sarung, Tabrani mencoba berdiri tegak. Paha kanannya diakui terasa nyeri akibat mencoba lepas dari himpitan tanah longsor.

Ia adalah korban tanah longsoran di lahan tambang emas tradisional yang menewaskan lima temannya. Rasa syukur karena selamat dan perasaan trauma diakui masih terasa.

Pria beranak empat dan memiliki dua cucu ini mengaku siang itu sudah melihat kondisi tanah seperti akan longsor di lokasi itu.

Tapi ia nekad malam itu bekerja karena belum mendapatkan emas. Itu karena baru sekitar satu bulan di lokasi itu mencari nafkah.

"Istilahnya saya ini cuma mencari sisa tanah emas yang sudah disemprot dengan mesin dumping oleh pemilik lahan," ujarnya, Kamis (9/2/2017).

Malam itu, sekitar pukul 21.00 Wita, Tabrani yang kerap disapa Iwid ini, memakai lampu penerangan berbaterai yang ditempel di kepala.

"Baru satu sorongan untuk mengambil tanah, tiba-tiba tanah longsor sudah menjepit kedua kaki hingga pinggang," katanya.

Luar biasa, rasa takut yang dialami saat mencoba keluar dari himpitan tanah longsor. Teriak minta tolong didengar rekannya yang berdiri diatasnya.

"Saya beruntung, karena ada teman yang menarik tangan untuk lepas dari jepitan longsoran tanah. Saya tenggok ke belakang lima orang yang bekerja di bawah saya sudah tak terlihat," ujarnya sambil meringis.(Banjarmasin Post/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help