Berita Hulu Sungai Tengah

Ada Apa ya? Kapolres Sebut Padepokan Gatot Brajamusti di Depan Ulama dan Tokoh Masyarakat Barabai

Polres Hulu Sungai Tengah mengakui peredaran narkoba di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, masih marak.

Ada Apa ya? Kapolres Sebut Padepokan Gatot Brajamusti di Depan Ulama dan Tokoh Masyarakat Barabai
banjarmasinpost.co.id/hari widodo
Silaturahmi ulama dan umara Kabupaten Hulu Sungai Tengah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Polres Hulu Sungai Tengah mengakui peredaran narkoba di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, masih marak.

Pada 2016 lalu, tercatat ada 90 kasus penalahgunaan narkoba yang ditangani dengan tersangka pelakunya dari berbagai kalangan masyarakat.

HST sendiri menempati urutan ke enam di Kalsel, untuk kasus narkoba tersebut.

Kapolres HST AKBP Mugi Sekar Jaya mengatakan, kondisi tersebut tentu memprihatinkan, dan membutuhkan perhatian semua pihak.

Tak bisa hanya mengandalkan kepolisian.

“Peran orang tua, pendidik, lingkungan masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan ulama sangat diperlukan, dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaannya,” jelas papar kapolres pada Forum Silaturahmi Ulama dan Umara, di Aula Polres HST, Jumat (10/2/2017).

Dia berharap, meski di HST belum ditemukan narkoba merambah ke kalangan pondok pesantren seperti di Padepokan Gatot Brajamusti, kalangan pesantren pun tak boleh lengah.

Sebab, pelaku pengedarnya punya modus yang kian canggih.

Forum Silaturahmi itu dihadiri Bupati HST H Abdul Latif, perwakilan Kodim 1002 Barabai,Ketua DPRD HST, para perwira Polres HST, serta para ulama se-HST dan tokoh masyarakakat dan beberapa kepala desa.

Bupati HST H Abdul Latif menyampaikan, sebagai dukungan terhadap kepolisian, pemerintah daerah membantu kekurangan biaya pengungkapan kasus narkoba.

“Untuk membantu penertiban dan pemberantasan penyakit masyarakat, kami juga akan merekrut 134 pegawai kontrak untuk dilatih menjadi anggota Satpol PP, di bawah Dinas Satpol PP,” katanya.

Latif pun menyatakan, sesuai visi misinya, menjadikan masyarakat HST yang agamis, mandiri sejahtera dan bermartabat, Pemkab sangat mendukung upaya pemberantasan narkoba tersebut.

Forum silaturahmi ulama dan umara hari inipun menyepakati, bahwa memberantas narkoba adalah tugas bersama, kepolisian dibantu tokoh masyarakat, ulama, para pendidik, para orang tua dan masyarakat.

Masyarakat yang mengetahui ada warga dilingkungannya terlibat narkoba, wajib melaporkan kepada kepolisian, dengan identitas pelapor dirahasiakan. (*)

Penulis: Hanani
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved