Banjarmasin Post Edisi Cetak

Lima Penambang Emas Tradisional Tanahlaut Tewas, Tabrani Selamat karena Hanya Tertimbun Hingga Leher

Lima penambang emas tradisional tewas akibat tertimbun tanah longsor, di Desa Bajuin, Tanahlaut, Kamis (9/2/2017) malam.

Lima Penambang Emas Tradisional Tanahlaut Tewas, Tabrani Selamat karena Hanya Tertimbun Hingga Leher
banjarmasinpost.co.id/apunk
Lokasi penambangan emas tradisional di Bajuin, Tanahlaut, longsor, Kamis (9/2/2017) pukul 22.00 Wita. Lima penambang tewas tertimbun, satu orang selamat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Tabrani (50) warga RT 7 Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, bersyukur berhasil selamat dari maut musibah tanah longsor.

Lima rekannya sesama penambang tewas tertimbun tanah longsor di lokasi tambang emas tradisional, Dusun Deladak, Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, Rabu (8/2/2017) sekitar pukul 22.00 Wita.

Ditemui Kamis (9/2) siang, Tabrani masih mengenakan sarung, mencoba berdiri tegak. Namun, paha kanannya dirasakannya masih nyeri akibat terhimpit tanah untuk beberapa lama.

Pria parobaya itu adalah satu dari tiga korban selamat dari tanah longsor di lahan tambang emas tradisional di Dusun Deladak, Desa Bajuin. Dua korban selamat lainnya adalah Sahiri (30) dan Abdul Hadi (40).

Sementara lima penambang tewas terkubur tanah. Mereka adalah Abdul Syukur, Sarpani, Nurifansyah, Junaidi, Ismail, semuanya warga Desa Bajuin.

Tabrani berkali-kali menyatakan rasa syukurnya terbebas dari petaka tersebut. Meski begitu dia masih merasa trauma atas peristiwa tersebut.

Bapak empat anak dan memiliki dua cucu itu menuturkan, siang sebelum musibah terjadi, Rabu siang dia melihat kondisi tanah seperti akan longsor. Tapi Tabrani tetap nekat malam itu bekerja karena belum mendapatkan emas.

Baru sekitar satu bulan Tabrani bekerja di lokasi itu mencari nafkah.

“Istilahnya saya cuma mencari sisa tanah emas yang sudah disemprot dengan mesin dompeng oleh pemilik lahan,” ujarnya.

Rabu malam sekitar pukul 21.00 Wita, Tabrani --yang kerap disapa Iwid – memakai lampu penerangan berbaterai yang ditempel di kepala. Ketika baru satu sorongan mengambil tanah, tiba-tiba tanah longsor menjepit kedua kaki hingga pinggangnya.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved