Tambang Emas Ilegal Bajuin Terungkap Berkat Pencinta Alam

Runtuhnya tambang emas di Deladak Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, Kalel, Rabu (8/2/2017), yang memakan lima korban meninggal terny

Tambang Emas Ilegal Bajuin Terungkap Berkat Pencinta Alam
banjarmasinpost.co.id/apunk
Lokasi penambangan emas tradisional di Bajuin, Tanahlaut, longsor, Kamis (9/2/2017) pukul 22.00 Wita. Lima penambang tewas tertimbun, satu orang selamat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Runtuhnya tambang emas di Deladak Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, Kalsel, Rabu (8/2/2017), yang memakan lima korban meninggal ternyata memang pernah digerebek petugas Polres Tala beberapa weaktu lalu.

Hal ini kembali ditegaskan Kapolda Brigjen Erwin Triwanto. Menurut Erwin sekitar satu bulan lalu jajaran Polres Tala pernah melakukan penggerebekan di lokasi itu namun tak ditemukan aktivitas penambangan,

"Saat anggota kesana tak ada aktivitas penambangan hanya ada sisa-sisa penambangan," ucap Erwin.

Lebih lanjut Erwin mengungkapkan terungkapnya aktifitas pertambangan ilegal emas ini berawal dari informasi pencinta alam bahwa ada dugaan pencemaran di Riam Kanan yang mana ada kandungan zat berbahaya mercuri di sungai.,

Dan hal ini duduga berasal dari salah satunya lokasi di penambangan tersebut hingga petugas Polres Tanahlaut melakukan penggerebekan di lokasi tersebut.

"Petugas lalukan razia di sana tapi tak temukan aktivitas penambangan yang ada hanya sisa-sisa penambangan," ucap Erwin.

Sebelumnya runtuhnya tambang emas di Deladak Desa Bajuin Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah laut, Rabu (8/2/2017) menelan lima korban jiwa. (*)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved