Pasca Tewasnya 5 Penambang Emas, Walhi Kalsel Desak Pemerintah Tutup Tambang Ilegal

Jatuhnya korban sebanyak lima orang di tambang emas ilegal di Deladak Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, Kalsel, Rabu (8/2/2017), men

Pasca Tewasnya 5 Penambang Emas, Walhi Kalsel Desak Pemerintah Tutup Tambang Ilegal
banjarmasinpost.co.id/amirul yusuf
Ketua Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Jatuhnya korban sebanyak lima orang di tambang emas ilegal di Deladak Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, Kalsel, Rabu (8/2/2017), menjadi perhatian LSM yang bergerak di bidang lingkungan di lahan ini.

Ketua Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono, meminta agar pemerintah segera tutup lokasinya.

"Segera tutup, dan ada upaya untuk pemulihan dampak lingkungannya," tegasnya, Minggu (12/2/17).

Di samping itu, lanjut Kisworo, Walhi tmeminta pemerintah melakukan penegakan hukum terhadap tambang-tambang ilegal lainnya.

"Kami turut berduka cita atas jatuhnya korban, Karena itu kami mendesak Pemerintah segera mencarikan mata pencaharian alternatif," katanya.

Dengan demikian, lanjut dia, masyarakat tidak menggantungkan hidupnya dengan pertambangan.

"Apa lagi tambang ilegal yang selama ini sering bermasalah dan menimbulkan jatuh korban," jelasnya.
(banjarmasinpost.co.id/amirul yusuf)

Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved