Jawa Tengah

Disdik Larang Pelajar SMP Rayakan Valentine, Wali Kota Ini Suruh Cabut Surat Larangannya

Dinas Pendidikan Kota Semarang mengeluarkan surat edaran resmi tentang larangan perayaan Hari Kasih Sayang atau Valentine Day bernomor 003/816 tertang

Disdik Larang Pelajar SMP Rayakan Valentine, Wali Kota Ini Suruh Cabut Surat Larangannya
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi keluar dari kantor KPK, Jakarta Selatan, usai diperiksa, Selasa (16/2/2016). Hendrar diperiksa sebagai saksi untuk tersangka anggota Komisi V DPR Damayanti Wisnu Putranti terkait kasus dugaan suap pada proyek di Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SEMARANG - Dinas Pendidikan Kota Semarang mengeluarkan surat edaran resmi tentang larangan perayaan Hari Kasih Sayang atau Valentine Day bernomor 003/816 tertanggal 10 Februari 2017.

Kepala Dinas Bunyamin menyatakan, surat bagi sekolah menengah pertama (SMP) itu sebagai antisipasi jika Valentine disalahartikan.

"Kami bukan melarang, hanya memberitahukan sebagai antisipasi perayaan dengan hal yang dirasakan negatif," tutur Bunyamin kepada Tribunjateng.com, Senin (13/2/2017).

Dia menyebut jika ada yang merayakannya secara positif di sekolah, Dinas akan mendukung.

"Jika memang ada yang merayakan Hari Kasih Sayang dengan kegiatan positif, semisal mengisi dengan pembelajaran nilai-nilai budaya dan seni atau hal lain yang bermanfaat, tidak apa-apa. Malah akan kami apresiasi," terangnya.

Surat edaran resmi itu keluar sebagai antisipasi karena banyak kegiatan berdampak negatif bagi pelajar.

"Jadi yang diantisipasi adalah kegiatan negatif seperti tawuran pelajar yang pernah terjadi. Maka dari itu, kami hanya mengimbau lewat surat edaran. Sekali lagi saya tegaskan, kami tidak melarang dengan catatan perayaan diisi kegiatan yang bermanfaat," kata Bunyamin.

Dia menambahkan, surat edaran itu hanya untuk sekolah menengah pertama.

"Wewenang sekolah menengah pertama ada di Dinas Pendidikan Kota Semarang. Kalau sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan ada di Dinas Pendidikan Provinsi Jateng," jelasnya.

Atas keluarnya surat Diknas itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) untuk menarik surat edaran larangan kegiatan merayakan Hari Valentine di sekolah untuk SD dan SMP.

Disdik, kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, mengeluarkan surat tersebut tanpa koordinasi terlebih dahulu.

Meski dalam surat tersebut terdapat tembusan kepada Walikota, tapi Hendi mengatakan belum ada koordinasi dengan Dinas Pendidikan.

"Terkait itu memang belum ada koordinasi dengan saya. Karena itu, saya minta Dinas Pendidikan menarik surat tersebut," kata Hendi, Senin (13/2).

Meski ada instruksi penarikan surat edaran, Hendi berharap orang tua dan guru tetap mengawasi anak didiknya agar memanfaatkan momen hari kasih sayang dengan hal positif.

"Kalau mengungkapkan kasih sayang ke orang tua kan itu hal positif," ujarnya. (*)

Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved