Elpiji Sulit Didapat, para Pemuda Ini Bikin Kompor Bahenol

Dalam produksi pembuatan kompor bahenol ini, melibatkan sejumlah pemuda dan mantan perajin kompor minyak tanah.

Elpiji Sulit Didapat, para Pemuda Ini Bikin Kompor Bahenol
Kompas.com
Anggota Karang Taruna Tunas Harapan Kelurahan Citamiang (kanan) menjelaskankepada warga mengenai penggunaan kompor berbahan bakar methanol (bahenol) di Kecamatan Citamiang, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (14/2/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SUKABUMI - Berawal dari keprihatinan sulitnya warga untuk mendapatkan gas elpiji bersubsidi, para pemuda Citamiang, Sukabumi, Jawa Barat yang tergabung dalam Para Karang Taruna Tunas Harapan tergerak untuk membuat terobosan.

Mereka pun membuat kompor berbahan bakar methanol atau spirtus yang disingkat menjadi bahenol. Dalam produksi pembuatan kompor bahenol ini, melibatkan sejumlah pemuda dan mantan perajin kompor minyak tanah.

''Ide awalnya dari keprihatinan kami sebagai pemuda, saat keluarga kami mengalami kesulitan mendapatkan gas elpiji subsidi beberapa waktu lalu dan kalau ada harganya mahal,'' ungkap Wakil Ketua Karang Taruna Tunas Harapan, Deri Hendrayana kepada Kompas.com, Selasa (14/2/2017).

Setelah dimusyawarahkan, lanjut dia, akhirnya tercetuslah pembuatan kompor berbahan bakar methanol atau spirtus. Dalam pembuatan kompor bahenol ini pun melibatkan tenaga ahli yang sebelumnya sebagai perajin pembuatan kompor minyak tanah.

''Kebetulan di kelurahan kami ada mantan perajin kompor minyak tanah yang gulung tikar, Alhamdulillah ide kami disambut, dan terus diadakan pelatihan untuk beberapa pemuda dan akhirnya kami patungan untuk memproduksinya,'' ujar dia.

Deri menuturkan, kompor bahenol ini sangat aman dan memberikan keuntungan bagi warga yang menggunakannya. Sebab setiap satu liter spirtus bisa digunakan untuk memasak selama delapan jam terus-terusan. Satu liter spirtus harganya sekitar Rp 8.000

''Kompor bahenol ini tentunya irit dan aman digunakan, harganya juga terjangkau Rp 125.000 per unit. Juga ada pengaturan api dengan manual, jadi kompor ini bisa dijadikan alternatif bagi keluarga,'' tutur Deri.

''Kompor masih diproduksi terbatas, namun kami optimis usaha kami ini bisa menyerap tenaga kerja dan menekan angka pengangguran,'' harapnya.

Salah seorang mantan perajin kompor minyak tanah, Omay (52) mengaku mengapresiasi keinginan para pemuda di wilayahnya dalam pembuatan kompor spirtus atau bahenol. Sebab kompor spirtus ini dapat membantu masyarakat sebagai alternatif bila epiji subsidi langka.

''Tentunya saya senang sekali bisa menularkan keahlian saya dalam pembuatan kompor ini kepada para pemuda. Sebelumnya memang saya pernah membuat kompor spirtus ini tapi kecil, saat itu untuk memasak saat mancing,'' aku Omay yang usahanya gulung tikar 10 tahun lalu.

Editor: Murhan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved