BanjarmasinPost/

Pilkada DKI

Komentar Surya Paloh Usai Mencoblos Pilkada DKI

Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh, mendambakan kebangkitan Jakarta, sehingga diperlukan

Komentar Surya Paloh Usai Mencoblos Pilkada DKI
KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMO
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat, Surya Paloh (tengah) menghadiri acara deklarasi dukungan kepada calon presiden Jokowi di Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Jakarta, Rabu (14/5/2014). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh, mendambakan kebangkitan Jakarta, sehingga diperlukan sosok yang mampu memimpin DKI Jakarta pada Pilkada ini.

"Mengayomi masyarakat itu harus. Masyarakat yang utama, bukan pendukung apalagi partai pengusungnya. Harapan saya, DKI Jakarta sebagai miniatur Indonesia harus bangkit," kata Surya Paloh usai mencoblos di TPS 02 Permata Hijau, Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2017), seperti dikutip Antara.

Surya Paloh yang mengenakan baju koko berwarna putih itu datang ke TPS pukul 09.00 WIB yang didampingi istrinya, Rosita Barack dan sang anak Prananda Surya Paloh.

Surya Paloh menilai, perjalanan selama kampanye pilgub DKI Jakarta ini memang penuh dinamika yang bergejolak. Namun, ia menekankan persatuan anak bangsa adalah nomor satu.

"Dinamika itu biasa. Tidak salah kalau kita khawatir. Jika tidak 'di-manage' dengan baik, bisa memecah persatuan bangsa," ujarnya.

Ia berharap, pelaksanaan pilkada serentak berjalan aman dan lancar.

"Yang paling penting itu persatuan anak bangsa. Bukan saya atau kamu, kami atau kamu, tapi kita," tekannya lagi.

Senada dengan ayahnya, Prananda Surya Paloh juga beranggapan dinamika dalam sebuah pilgub merupakan hal wajar. Ia menilai, cagub DKI Jakarta adalah orang-orang berkualitas.

"Kompetisi boleh, tapi persatuan harus tetap nomor satu," ucap Prananda.

Usai mencoblos, Surya dijadwalkan bertolak menuju DPP Partai Nasdem di kawasan Menteng untuk memantau perhitungan cepat pilgub DKI Jakarta.

Pada Pilkada DKI Jakarta ini, warga akan memilih satu dari tiga pasangan calon, yakni Agus Harimurti-Sylvi, Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. (*)

Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help