DPD REI Kalsel Pasang Target Membangun 10 Ribu Unit Rumah pada 2017

REI Kalsel menargetkan pada 2017 membangun 10.000 ribu unit rumah di seluruh kabupaten kota di Kalimantan Selatan (Kalsel).

DPD REI Kalsel Pasang Target Membangun 10 Ribu Unit Rumah pada 2017
BANJARMASINPOST.CO.ID/EDI NUGROHO
Stand perbankan dalam REI EXPO Kalsel 2016, pameran property terbesar dan terlengkap di Kalsel, propertinya urang Banua Rabu (5/10/16) sampai Minggu (9/10/16) lalu di atrium Duta Mall Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - DPD Real Estate Indonesia (REI) Kalsel menargetkan pada 2017  bisa membangun 10.000 ribu unit rumah di seluruh kabupaten kota di Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Syukur-syukur bisa membangun lebih dari 10 ribu unit rumah. Itu tergantung perkembangan perekonomian di Kalsel," ujar Ketua DPD REI Kalsel, Royzani Sjachril, Jumat (17/2/17).

Menurut Royzani, rumah yang dibangun tersebut terdiri dari rumah komersial dan rumah subsidi.

Menurut Royzani, untuk meringankan cicilan masyarakat, sejumlah pengembang yang tergabung dalam organisasai REI bekerjasama dengan perbankan memberi limit kredit hingga 20 tahun sehingga cicilan per bulan yang ditanggung nasabah menjadi murah.

"Ya masyarakat bisa mencicil rumah sampai 20 tahun sehingga cicilan yang dibayar ke bank itu murah," kata Royzani.

Namun, ukuran rumah subsidi dibangun anggota  di setiap kabupaten kota di Kalsel, berbeda-beda. Untuk ukuran tanah rumah subsidi menyesuaikan perda di masing-masing daerah.

"Ya, ukuran tanah rumah subsidi di setiap kabupaten kota berbeda-beda tergantung perda di masing-masing kabupaten kota,"sambungnya.

Dijelaskan Royzani, sebaran rumah subsidi terbanyak di Kalsel, adalah di Kabupaten Barito Kuala dan disusul Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. Salah satu penyebabnya, karena Kabupaten Barito Kuala itu mempunyai banyak lahan kosong dan dekat dengan Kota Banjarmasin.

"Data Real Estate Indonesi (DPD REI) Kalsel, sebaran rumah subsidi terbanyak itu di Kabupaten Batola," kata Royzani.

Ditambahkan Royzani, harga rumah subdidi di Kalsel di tahun 2017 ini harganya naik dari Rp128 juta menjadi maksimal Rp137 juta sesuai peraturan menteri keuangan RI.

Sebagin develepor yang tergabung dalam anggota DPD REI Kalsel, dari telah menaikkan harga rumah subsidi tersebut dan sebagian lagi tidak menaikkan harga rumah subdidi tersebut.

"Ada rekan-rekan developer yang telah menaikkan harga rumah menjadi Rp135 juta. Ada sebagian lagi tetap bertahan di harga Rp128 juta, tergantung lokasi," kata Royzani. (*)

Penulis: Edibpost
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help