BanjarmasinPost/

Pembunuhan Kim Jong Nam

Setelah Diserang Dua Pelaku, Kim Jong Nam Mengeluh Pusing ''Sakit Sekali, Saya Disemprot Cairan''

Kim Jong Nam, kakak tiri Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dikabarkan sempat mengeluh sakit sesaat sebelum tewas, Senin (13/2/2017) lalu.

Setelah Diserang Dua Pelaku, Kim Jong Nam Mengeluh Pusing ''Sakit Sekali, Saya Disemprot Cairan''
tribunnews.com
Kim Jong Nam 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALA LUMPUR - Kim Jong Nam, kakak tiri Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dikabarkan sempat mengeluh sakit sesaat sebelum tewas, Senin (13/2/2017) lalu.

Kim Jong Nam tewas dibunuh di Terminal 2 Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Malaysia, setelah diracun oleh dua orang perempuan.

Menurut cuplikan rekaman CCTV KLIA, Kim Jong Nam sempat dicekik dan disemprotkan sesuatu pada bagian wajahnya, yang disebut-sebut mengakhiri hidupnya.

Setelah ditinggalkan dua pelaku, Kim Jong Nam lalu pergi ke konter layanan informasi lantaran mengeluh pusing.

Menurut staf konter layanan informasi itu, Kim Jong Nam sempat mengeluh dalam Bahasa Inggris.

"Sakit sekali, sakit sekali. Saya tadi disemprot cairan," demikian keluhan yang menjadi kata-kata terakhir Kim Jong Nam, sebelum tak sadarkan diri.

Seterusnya, Kim Jong Nam sibuk meringis kesakitan sembari menutup mata.

Tak lama kemudian staf konter meminta polisi untuk membawanya ke klinik bandara.

Namun sampai di klinik, Kim Jong Nam malah tak sadarkan diri dan dokter klinik yang menganggap situasinya kritis langsung merujuknya ke Putrajaya Hospital.

Kim Jong Nam meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit tersebut.

Kim Jong Nam tewas setelah disemprotkan bahan kimiawi pada wajahnya, sesaat sebelum terbang ke Macau.

Ia merupakan putra tertua Kim Jong Il, rezim pendahulu Korea Utara dan ayah dari Kim Jong Un, yang lahir dari hubungan gelap sang ayah dengan seorang aktris Korsel Sung Hae Rim.

Selama ini, Kim Jong Nam tinggal mengasingkan diri di luar Korea Utara lantaran diusir oleh Kim Jong Il. (Straits Times/Star Online).

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help