Berita Kotabaru

Waduh! Remaja di Kotabaru Ini Bawa Lari Anak di Bawah Umur Lalu Menikahinya Diam-diam

Celakanya lagi, Farid tak hanya tanpa seizin Hadiansyah orangtua dari perempuan yang dinikahinya

Waduh! Remaja di Kotabaru Ini Bawa Lari Anak di Bawah Umur Lalu Menikahinya Diam-diam
kompas.com
ilustrasi pernikahan 

BANAJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Farid Rusdi (25), warga Desa Manunggul Baru, Kecamatan Sungai Durian Kotabaru, bakal menghabiskan hari-harinya di balik jeruji besi rumah tahanan (rutan) Mapolsek Sungai Durian karena menikahi seorang perempuan tanpa seizin orangtuanya.

Celakanya lagi, Farid tak hanya tanpa seizin Hadiansyah orangtua dari perempuan yang dinikahinya. Akan tetapi, ia (Farid) bakal dijerat pasal 81 (2) Undang-Undang Nomor 35 tahu 2014 perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Pasalnya, terduga yang sekarang harus menjalani pemeriksaan guna proses hukum selanjutkan, itu lantaran menikahi anak di bawah umur dan tanpa seizin orangtua korban sebut saja namanya Melati (14).

Orangtua Melati keberaran karena tidak hanya putrinya dinikahi terduga tanpa seizin dirinya. Tapi, membuat orangtua korban lebih keberatan hingga melaporkan persoalan tersebut ke polisi. Sebab oleh terduga, Melati di bawa tanpa sepengetahuannya.

Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto SIK melalui Kasubag Humas Tuti Sulistyowati, Sabtu (18/2) mengatakan, dugaan membawa anak di bawah umur dan menikahinya tanpa seizin orangtua terjadi sehari sebelum tersangka ditangkap.

Ditambahkan Tuti, Melati dibawa tersangka mulai dari rumahnya di Dusum Gendang Timburu, Desa Sudur Kotabaru, terjadi sekitar pukul 18.00 Wita.

"Waktu dilaporkan ke polsek, Melati yang dibawa terduga belum pulang ke rumah orangtuanya, " kata Tuti.

Kapolsek Sungai Durian Iptu Salahudin, melalui telepon selularnya mengatakan, pihaknya selain telah menangkap tersangka. Namun, pihaknya juga telah menahan tersangka untuk proses penyidikan.

Menurutu Salahahudin, sebelum terjadi peristiwa tersebut, korban dengan tersangka baru ke kenal sekitar satu minggu. Itu pun hanya di media sosial (facebook).

Dikatakan Salahudin, korban mau menerima ajakan tersangka karena korban dibawa tekan. "Korban diancam mau dibunuh dan seperti terkena hipnotis oleh tersangka setelah diminumi air oleh tersangka, " kata Salahudin.

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help