Berita Tanahlaut

Dikenal Dermawan, Warga Tak Percaya Gatot Tega Nodai Anak Gadisnya

Tak hanya itu, Gatot juga tokoh masyarakat dan sifat sosial yang tinggi di sekitar tempat tinggalnya di Desa Kintap Lama

Dikenal Dermawan, Warga Tak Percaya Gatot Tega Nodai Anak Gadisnya
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Gatot Marjono (41) terdakwa kasus asusila terhadap anak kandungnya didakwa jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak dan Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Itu terungkap dalam persidangan tertutup yang dipimpin Wakil ketua Pengadilan Negeri Pelaihari sekaligus ketua majelis, Boedi Haryanto dan dua hakim anggota, Leo Mampe Hasugian dan Andika Bimantoro, Selasa (21/2/2017).

Humas Pengadilan Negeri Pelaihari, Poltak menjelaskan bahwa agenda persidangan tertutup itu adalah mendengarkan pembacaan dakwaan jaksa penuntut umum sekaligus mendengarkan keterangan saksi korban yang tidak lain adalah anak terdakwa.

"Sidang dilanjutkan pekan depan untuk mendengarkan keterangan saksi lainnya yang dihadirkan pihak jaksa," ujar Poltak.

Penasihat hukum terdakwa, Hj Sunarti, ditemui di di ruangan Pos Bantuan Hukum pada Pengadilan Negeri Pelaihari, membenarkan l bahwa agenda sidang kliennya adalah mendengarkan dakwaan jaksa dan keterangan saksi korban.

Warga di Desa Kintap Lama, tak percaya perilaku Gatot Marjono menodai anaknya sendiri.

Itu karena warga Jalan Kasih Dangsanak RT 08 Dusun 03 Desa Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut, dikenal dermawan dan ringan tangan.

Tak hanya itu, Gatot juga tokoh masyarakat dan sifat sosial yang tinggi di sekitar tempat tinggalnya di Desa Kintap Lama.

Ia diamankan anggota Polsek Kintap karena laporan kerabat korban. Itu pun setelah mendengar penuturan korban, bahwa korban dinodai ayahnya dan dicegah menikah dengan pria idamannya. (*)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved