Menanti Pembuktian Para Pemimpin Baru

Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun ini telah usai, terkecuali pilkada Jakarta yang berlanjut ke putaran dua.

Menanti Pembuktian Para Pemimpin Baru
BPost cetak
Muhammad Riyandi Firdaus 

Oleh: M Riyandi Firdaus SSOS MAP
Dosen STIA Tabalong
Peneliti Muda Irdepos Kalsel

Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun ini telah usai, terkecuali pilkada Jakarta yang berlanjut ke putaran dua. Semuanya, tinggal menunggu hasil “sah” dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang akan diumumkan dengan waktu yang sudah ditentukan.

Tentunya dalam hal tersebut, rakyat akan mendapatkan seorang “pemimpin” baru yang akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi janji-janjinya ketika pada masa kampanye.

Suatu hal yang sangat lumrah terjadi pada pemimpin-pemimpin kita sekarang, masalah besar terjadi ketika seseorang sudah menduduki kursi kekuasaan (baca : pemimpin daerah) seakan terlupa oleh janji-janji yang diumbar ketika masa kampanye. Hal ini, membuat masyarakat dirundung kegelisahan yang tak berkesudahan akibat dari pola dan tingkah laku tersebut. Pertanyaannya adalah bisakah para calon pemimpin yang tinggal menunggu hasil ini dapat membuktikan perjanjiannya dengan masyarakat dibalik “fakta” kepemimpinan yang semakin merosot ini ? Siapapun pemimpin yang terpilih sudah pasti rakyat selalu menyambut positif dan terus mendukung keberlangsungannya, dimana kesejahteraan dan keadilan merupakan hal utama yang diperlukan dan diinginkan oleh masyarakat.

Perasaan masyarakat sekarang terus dilanda kegalauan-kegalauan seperti kemiskinan, kelaparan, konflik kebangsaan, pencitraan pemimpin, kesenjangan pembangunan, korupsi, kelemahan hukum, kebijakan tidak tepat dan lain-lain sehingga semakin kompleks masalah yang menerpa bangsa ini. Pengaruh seorang pemimpin sebagai figur yang diidam-idamkan dan dibutuhkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah hal yang utama dalam mengubah suatu keadaan.

UU Pemerintahan Daerah
Pemimpin yang dapat memecahkan solusi dan bersama-sama masyarakat dalam membangun suatu daerah adalah hal yang utama, tetapi faktanya adalah rakyat seakan terhalang oleh jarak politis untuk bersama pemimpinya dalam membangun sebuah daerahnya. Terlebih lagi kesejahteraannya, karena sesungguhnya dalam sistem otonomi daerah ini, kualitas pemimpin daerah sangat berpengaruh besar terhadap kemajuan suatu daerah.

UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, telah mengamanatkan bahwa penyelenggaraan pemerintahan daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat serta peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan dan kekhasan suatu daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kondisi masa-masa (proses) pilkada yang telah berlalu merupakan kondisi dimana para calon pemimpin bermunculan, berkampanye, memberi janji sampai (kemungkinan) money politic yang pada akhirnya menanamkan persepsi di masyarakat bahwa seluruh bakal calon pemimpin hanya mencari kekuasaan (politik) dan keuntungan untuk menempati posisi strategis (pemimpin), yang menimbulkan “degradasi politik” di masyarakat luas seluruh NKRI (Firdaus, 2016).

Bagaimana bagi para pemimpin yang terpilih nanti membawa masyarakatnya dalam nuansa kesejahteraan yang berkeadilan sesuai diamanatkan oleh UU tersebut?

Pemimpin Sejati
Thomas Carlyle dalam bukunya On Heroes, Hero Worship And The Heroic In History mengungkapkan, seorang pemimpin besar terlahir sebagai pemimpin yang memiliki ciri-ciri yang istimewa yang mencakup kharisma, kecerdasan, kebijaksanaan dan dapat menggunakan kekuasaan yang dimilikinya untuk membuat berbagai keputusan yang memberi dampak besar bagi sejarah manusia (great man theory). Artinya, seorang pemimpin itu tidak dibuat, akan tetapi terlahir oleh bakat-bakat alami yang luar biasa sejak lahirnya dan ditakdirkan lahir menjadi seorang pemimpin dalam situasi kondisi yang bagaimanapun (Kartono, 2008).

Seorang pemimpin harus mampu mengusahakan atau menciptakan kemakmuran bagi masyarakat di daerahnya, sehingga masyarakat betul-betul mendapatkan kesejahteraan. Pemimpin “wajib” memiliki kemampuan untuk membuat kehidupan masyarakatnya menjadi lebih baik. Pemimpin harus mampu bersikap adil kepada setiap anggota masyarakatnya, tidak boleh membeda-bedakan masyarakatnya berdasarkan golongan, suku, gender atau agama. Selain itu harus bersifat objektif tanpa diiringi oleh suatu kepentingan tertentu seperti kepentingan pribadi ataupun golongan (partai)-nya. Kebanyakan yang terjadi sekarang, para pemimpin daerah tersibukkan oleh kepentingan golongan (partai)-nya daripada kepentingan rakyatnya.

Seorang pemimpin harus cerdas dan memiliki wawasan yang luas dalam memimpin masyarakat di daerahnya, karena kecerdasan dan wawasan pemimpin daerah dapat menjadi ujung tombak mengubah keadaan masyarakat.
Seorang pemimpin harus mampu menggelorakan dan mengobarkan semangat masyarakat di daerahnya untuk keluar dari kemiskinan, kebodohan dan segala bentuk keterbelakangan menuju masyarakat yang sejahtera, cerdas dan maju di berbagai aspek kehidupan.

Seorang pemimpin harus menunjukkan dan meyakinkan masyarakat bahwa mereka tidak memberikan hanya sekadar janji dan harapan palsu, melainkan harapan yang akan diwujudkan dan dibuktikan. Namun sayangnya, masyarakat sekarang telah mengalami krisis kepercayaan terhadap para pemimpin daerah mereka. Banyak para pemimpin daerah yang terkena kasus-kasus yang notabene merupakan hal yang tidak pantas dilakukan oleh seorang pemimpin, seperti korupsi, penyuapan, perselingkuhan dan lain-lain.

Mencari sosok (figur) pemimpin daerah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat memang tidak gampang. Keinginan masyarakat untuk mempunyai sosok pemimpin yang ideal sesuai tuntutan zaman sangat sulit direalisasikan.

Namun, semoga hasil pilkada serentak kali ini dapat melahirkan para pemimpin daerah yang berkualitas dan bersungguh-sungguh mementingkan kepentingan rakyatnya. Terlebih lagi para pemimpin di Provinsi Kalimantan Selatan terkhusus Kabupaten Batola yang akan memiliki pemimpin baru serta dalam memaknai satu tahun kepemimpinan wali kota Banjarmasin. Amin. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved