BanjarmasinPost/

Serambi Ummah

Kubah Desa Melayu Tengah Martapura Memutih Oleh Jemaah Haul KH M Sya'rani Arief

Beliau dikenal ahli hadits sehingga diberi gelar Muhadist. Ia merupakan pemimpin urutan ke lima di PP Darussalam pada tahun 1959-1969. Tuan Guru Anang

Kubah Desa Melayu Tengah Martapura Memutih Oleh Jemaah Haul KH M Sya'rani Arief
banjarmasinpost.co.id/hari widodo
Ribuan umat Islam mengenakan busana yang didominasi warna putih menghadiri Haul ke-4 48 Almaghfurlah Alim Alamah Syaikh Muhammad Sya’rani Arif di kubah Desa Melayu Tengah, Martapura, Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID.MARTAPURA - Ribuan umat Islam mengenakan busana yang didominasi warna putih menghadiri Haul ke-4 48 Almaghfurlah Alim Alamah Syaikh Muhammad Sya’rani Arif di kubah Desa Melayu Tengah, Martapura, Kalimantan Selatan.

Acara haul diisi pembacaan manaqib yang dibacakan cucu KH Anang Sya'rani Arief bernama Ustadz Khusairi.

Terlihat Bupati Banjar KH Khalilurrahman, Ketua DPRD Banjar H Rusli dan Kapolres Banjar AKBP Kukuh Prabowo.

Ustadz Khusairi dalam manaqibnya menyampaikan Syaikh Muhammad Sya’rani Arif yang sering disebut akrab dengan panggilan “Tuan Guru Anang Sya’rani”.

"Beliau semasa muda bersama KH Syarwani Abdan berangkaat belajar ke Mekkah. Di sana, beliau mutiara dari Banjar. Beliau dikenal ahli hadits sehingga diberi gelar Muhadist. Ia merupakan pemimpin urutan ke lima di PP Darussalam pada tahun 1959-1969. Tuan Guru Anang Sya’rani lahir pada 1328 H di Kampung Melayu Ilir, Martapura."

"Beliau adalah anak pasangan Haji Muhammad Arif bin Haji Muhammad Syamani dan Hajah Fathul Jannah binti Syaikh Abdullah Khathib yang masih keturunan Syaikh Arsyad al-Banjari. Muhammad Sya’rani mendapat panggilan kesayangan, Anang, sehingga urang Banjar masih menyapanya Guru Anang Sya’rani hingga kini," katanya. (*)

Penulis: Hari Widodo
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help