Sudah akan Dikremasi, Bocah yang Dikabarkan Meninggal karena Digigit Anjing "Hidup Lagi"

Sudah hendak dikremasi, seorang bocah yang dikabarkan meninggal karena digigit anjing “hidup lagi".

Sudah akan Dikremasi, Bocah yang Dikabarkan Meninggal karena Digigit Anjing
intisari online
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sudah hendak dikremasi, seorang bocah yang dikabarkan meninggal karena digigit anjing “hidup lagi". Ketika berada dalam perjalanan ke tempat pembakaran jenazah di Perkampungan Managundi, Karnataka, India, bocah itu bernapas kencang sembari menggerak-gerakkan tangan dan kakinya.

Dilaporkan Times of India, Selasa (21/2), seorang bocah bernama Kumar Marewad dikakabarkan meninggal karena digigit seekor anjing liar sebulan yang lalu. Sejak gigitan itu, meski sudah dirawat di rumah sakit, kondisinya tak kunjung membaik.

Demam terus meninggal, sempat koma, bahkan dibutuhkan alat khusus untuk memperpanjang hidupnya. Perawatan terus dilakukan, meski dokter menyatakan harapan hidup Marewad tidak tinggi.

Dokter Mahesh Neelakhantannavar yang menangani remaja itu menyebut, Marewad menderita karena meningoencephalitis. Infeksi itu dipicu gigitan anjing yang dialami Marewad. Rumah Sakit Dharwad pun menyampaikan kepada keluarga bahwa Marewad berada dalam kondisi kritis.

Dokter juga menjelaskan bahwa infeksi akan menjalar ke seluruh tubuh jika sistem alat bantu yang dipasang di tubuhnya dicabut. Kendati demikian, pihak keluarga berkeras untuk membawa anak itu pulang ke rumah.

Pertimbangannya adalah, pihak keluarga tak lagi melihat adanya tanda-tanda pergerakan dan kehidupan. Bahkan, nafas pun tak terlihat di tubuh Marewad. Mereka berpikir anak ini telah meninggal dunia, seperti yang diprediksikan dokter.

Tapi, sesampainya di rumah, mereka menghadapi kenyataan yang amat mengejutkan. Peristiwa itu, terjadi saat warga kampung sudah berkumpul untuk pemakaman.

Dalam perjalanan ke tempat kremasi jenazah, yang berada dua kilometer dari perkampungan itu, Marewad tiba-tiba terbangun. Ia bernafas kencang sambil menggerak-gerakkan kaki dan tangannya. Keluarga dan warga yang melihat peristiwa itu langsung melarikan Marewad ke RS terdekat.

Editor: Edinayanti
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help