BanjarmasinPost/

Berita Kalteng

Majelis Kaharingan Katingan Tak Akui Pernikahan Panglima Burung dan Titisan Nyi Roro Kidul

Banyaknya warga Kalimantan Tengah yang meragukan pernikahan Ghaib Panglima Burung dan Titisan Nyi Roro Kidul yang akan digelar, 28 Februari 2017

Majelis Kaharingan Katingan Tak Akui Pernikahan Panglima Burung dan Titisan Nyi Roro Kidul
Tribun Kalteng/Fathurahman
Isi surat yang beredar di Jejaring Sosial Facebook.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Banyaknya warga Kalimantan Tengah yang meragukan pernikahan Ghaib Panglima Burung dan Titisan Nyi Roro Kidul yang akan digelar, 28 Februari 2017 di Desa Telok Katingan, juga ditanggapi Pengurus Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Surat resmi organisasi keagamaan ini, beredar melalui jejaring sosial dan terpantau, Jumat (24/2/2017) yang menyatakan, Pernikahan Ghaib antara Titisan Roro Kidul dan Panglima Dayak, yang akan dilakukan di Desa Telok, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, tidak ada dalam ajaran Kaharingan.

Bahkan, salah satu warga Kalteng, Marx Mahin yang juga adalah dosen di Universitas Kristen Palangkaraya ini, dalam akun facebooknya mengulas surat pernyataan resmi dari Majelis Daerah Kaharingan Kabupaten Katingan tersebut.

Dalam statusnya, Marx Mahin, mengungkapkan, rencana inisiatif pernikahan gaib itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan tokoh-tokoh Kaharingan maupun organisasi keagamaan Kaharingan.

Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan (MA-DHK) Kabupaten Katingan, di Kasongan pada 23 Februari 2017, melayangkan Pernyataan Sikap yang menyatakan bahwa, tidak merekomendasikan acara perkawinan tersebut karena tidak dibenarkan dan tidak ada pengaturan dalam ajaran Agama Hindu Kaharingan (Kitab Suci Panaturan).

Acara perkawinan dimaksud bukan Acara Ritual Perkawinan Umat Hindu Kaharingan karena tidak sesuai dengan Talatah Ritual Perkawinan Umat Hindu Kaharingan.

Menghimbau kepada Majelis Kelompok dan Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan setempat agar tidak terlibat dalam acara dimaksud karena bertentangan dengan keyakinan Agama Hindu Kaharingan.

MD-AHK Kabupaten Katingan tidak dapat melarang pelaksanaan acara Perkawinan dimaksud karena sifatnya untuk kepentingan/keyakinan pribadi/individu yang bersangkutan/yang memohon dan menjadi tanggungjawab sepenuhnya oleh para pihak pelaksana.

Menghimbau kepada seluruh umat Hindu Kaharingan agar bersikap bijaksana dan tidak mudah terprovokasi kepada hal-hal yang dapat merusak persatuan kesatuan serta tetap menjaga kerukunan dan kedamaian yang harmonis.

Surat Pernyataan, ditanda-tangani oleh Kundit U. Junas, Ketua MD-AHK Kabupaten Katingan, dijelaskan bahwa bahwa Pernikahan Gaib yang dimaksud:
Tidak dibenarkan dan tidak ada pengaturan dalam ajaran Agama Hindu Kaharingan.

Bukan Acara Ritual Perkawinan Umat Hindu Kaharingan.Tidak sesuai dengan Talatah Ritual Perkawinan Umat Hindu Kaharingan.Bertentangan dengan keyakinan Agama Hindu Kaharingan.

Penulis: Fathurahman
Editor: Murhan
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help