Phobia Terhadap Matematika

Lantaran jawaban yang salah berarti kegagalan sehingga anak dituntut untuk selalu bisa memberikan jawaban yang benar.

Phobia Terhadap Matematika
istimewa
Fitrie Wahyuni SHut, Guru Matematika di Hulu Sungai Tengah

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Kenapa matematika jadi pelajaran yang paling ditakuti anak sekolah? Rasa takut atau phobia matematika (mathematics anxiety) sebenarnya cukup umum terjadi. Melihat gejalanya, phobia matematika sebenarnya sangat mirip demam panggung (stagefright).

Mengapa seseorang menderita stagefright? Takut ada yang tidak beres di depan orang banyak? Takut dinilai buruk? Takut akan benar-benar kosong? Kecemasan terhadap matematika memunculkan rasa takut dari beberapa tipe.

Rasa takut yang satu tidak akan dapat mengerjakan matematika atau rasa takut lain yang terlalu keras atau ketakutan oleh kegagalan sering berasal dari kurang percaya diri.

Ahli Matematika ITB Iwan Pranoto mengatakan masalah fobia matematika kerap dianggap sangat krusial dibanding bidang studi lainnya karena sejak SD bahkan TK, siswa sudah diajarkan matematika.

Kalau fisika, baru diajarkan di tingkat SMP. Karena itu, fobia fisika menjadi tidak begitu krusial dibandingkan matematika. Apalagi Kimia yang baru diajarkan ketika tingkat SMA.

Selain itu ketakutan yang sebenarnya dari pelajaran matematika adalah anak takut jika jawaban yang didapatkannya salah. Lantaran jawaban yang salah berarti kegagalan sehingga anak dituntut untuk selalu bisa memberikan jawaban yang benar.

Padahal jawaban yang salah bukanlah suatu kegagalan, tapi justru bisa membuat anak lebih memahami konsep matematika dan menganalisis pikirannya.

Guru yang mengajar pun sebaiknya tidak langsung memarahi sang anak jika jawaban yang diberikan salah, karena tidak semua anak punya motivasi yang tinggi setelah dimarahi. Beberapa anak justru akan semakin takut dan membenci pelajaran tersebut.

Jika anak terlalu takut dengan matematika bisa memicunya memiliki gangguan matematika (mathematics disorder) yaitu kondisi dimana anak memiliki kemampuan matematika rendah atau di bawah kemampuan normal anak berdasarkan usia dan tingkat pendidikannya.

Itulah penggalan pemikiran Fitrie Wahyuni (guru matematika di Hulu Sungai Tengah) tentang fobia anak didik terhaap matematika. Masalah ini ia kupas tuntas beserta solusinya. Selengkapnya simak di Banjarmasin Post edisi Sabtu (25/02/2017).

Editor: Idda Royani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help