BanjarmasinPost/

Serambi Ummah

Jika Masjid Tak Gelar Salat Lima Waktu, Jemaahnya Berdosa

Masjid kini sudah banyak dibangun. Dimana-mana, termasuk di kawasan perkantoran atau tempat bekerja terdapat masjid.

Jika Masjid Tak Gelar Salat Lima Waktu, Jemaahnya Berdosa
Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari
Ketua Kelompok Kerja Penyuluh, Kemenag Banjarmasin, H Asfiani 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masjid kini sudah banyak dibangun. Dimana-mana, termasuk di kawasan perkantoran atau tempat bekerja terdapat masjid.

Khusus di Banjarmasin, ungkap Ketua Kelompok Kerja Penyuluh, Kemenag Banjarmasin, H Asfiani banyak kawasan perkantoran yang membuat masjid sendiri, misalnya Direktorat Jenderal Pajak Kalsel dan Rumah Sakit As Syifa di RSUD Ulin Banjarmasin.

Namun, pada dasarnya, kata Asfiani, sebuah rumah ibadah baru bisa dikatakan masjid jika dijadikan tempat salat lima waktu oleh jemaahnya. "Jika tidak disalati lima waktu, namanya bukan masjid tapi Musala," ujarnya, Selasa (28/2/2017).

Jika sebuah masjid tak disalati lima waktu oleh jemaahnya, maka yang berdosa adalah jemaahnya atau yang berada di sekitar masjid. Fatwa agar hati-hati dalam membangun masjid itu diakui Asfiani dikeluarkan oleh MUI 2016 lalu.

Kini, mereka selalu mengimbau masyarakat agar tak meninggalkan salat lima waktu di masjid. "Kalau sudah namanya masjid harus selalu ada yang Salat lima waktu di sana, walaupun hanya satu atau dua orang," ujarnya.

Jika masyarakat berniat membangun masjid agar tak jauh dari tempat ibadah saat akan Salat Jumat, maka hal itu salah. "Kalau memang jaraknya jauh, dan masjid di sebelah selalu penuh saat Salat Jumat tak masalah jika musala dipakai untuk Salat Jumat," jelasnya.

Penulis: Milna Sari
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help