Lama Tak Terdengar, Pembangunan Rumah Sakit Kanker di Lahan Sumber Waras Nasibnya Kini

"Kami eksekusi kalau enggak tahun ini ya tahun depan. (Tapi) kalau tahun ini tidak ada yang bersedia bangun melalui kewajiban pengembang," ujar Djarot

Lama Tak Terdengar, Pembangunan Rumah Sakit Kanker di Lahan Sumber Waras Nasibnya Kini
Kompas/Hendra A Setyawan
Suasana Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat, Senin (18/4/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful mengatakan akan segera melanjutkan pembangunan rumah sakit khusus kanker dan jantung yang dibangun di sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat.

Djarot menyatakan, jika pembangunan tidak bisa dilaksanakan tahun ini, maka pembangunan bisa dilakukan pada tahun depan.

Anggarannya, kata Djarot, bisa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI ataupun kewajiban pengembang.

"Kami eksekusi kalau enggak tahun ini ya tahun depan. (Tapi) kalau tahun ini tidak ada yang bersedia bangun melalui kewajiban pengembang," ujar Djarot di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2017).

Terkait masalah yang membelit lahan RS Sumber Waras, Djarot menyatakan bahwa hal itu telah diselesaikan dan tak lagi ada masalah.

Sebelumnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai proses pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras oleh Pemprov DKI tidak sesuai dengan prosedur.

"Ya Sumber Waras enggak ada masalah lagi ya kami eksekusi juga. (Rumah sakit) untuk kanker, jantung juga supaya bisa menginap di situ. (Agar) tidak semua di RS Harapan Kita," ujar Djarot.

Pemprov DKI Jakarta membeli lahan milik Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) senilai Rp 800 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2014.

Pemprov DKI disebut membeli dengan harga lebih mahal dari seharusnya sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 191 miliar.

KPK telah menyatakan tidak menemukan adanya tindak pidana dalam kasus pembelian lahan milik Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat, oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (*)

Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help