Jendela Dunia

Ini Pesan Terakhir Sandera Abu Sayyaf Asal Jerman Sebelum Dipenggal, "Sekarang Ia Membunuhku"

Pesan terakhir Kantner direkam dalam video berdurasi 22 detik yang diunggah oleh dailymail.co.uk, Senin (27/2/2017).

Ini Pesan Terakhir Sandera Abu Sayyaf Asal Jerman Sebelum Dipenggal,
inquirer.net
Jurgen Kantner saat disandera kelompok pemberontak Abu Sayyaf 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang turis asal Jerman, Jurgen Gustav Kantner (70), sempat mengucapkan kalimat terakhirnya sebelum ia dipenggal oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

Pesan terakhir Kantner direkam dalam video berdurasi 22 detik yang diunggah oleh dailymail.co.uk, Senin (27/2/2017).

Kantner menyebut, ia akan dieksekusi pada Minggu (26/2/2017) pukul 3 sore waktu setempat, karena tebusan yang diminta senilai 600 ribu dolar AS atau Rp 8 miliar tidak terpenuhi.

"Sekarang, ia membunuhku," ucap Kantner terakhir kalinya yang mengenakan kaus oranye.

Saat mengucap pesan-pesan terakhir, di belakang Kantner tampak dua orang berpakaian gelap yang membawa senjata.

Satu orang tepat di belakang Kantner membawa parang sementara di sebelahnya membawa senapan laras panjang.

Seperti dikutip dari Kompas.com, kelompok Abu Sayyaf sempat meminta tebusan sejak 14 Februari 2017, namun tak kunjung dipenuhi.

Pemenggalan Kantner ini pun sempat dikecam oleh Pemerintah Filipina.

Editor: Didik Trio
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved