Ironisme Anak Jalanan

Anak akan mengalami disorientasi nilai dan gagal melakukan proses imitasi dan identifikasi pada lingkungan keluarga.

Ironisme Anak Jalanan
BPost Cetak
Muhammad Gazali 

Bukan lantas menyalahkan orang tua yang berkerja ataupun yang mempunyai tugas tertentu, tetapi orang tua juga sebaiknya jangan sampai melupakan tanggungjawab dan kewajibannya sebagai orang tua terhadap anak-anaknya. Baik berupa pendidikan, kasih sayang dan secara materi.

Ketiga, pendidikan orangtua yang minim. Pada dasarnya, semua orang tua menghendaki putra-putri mereka tumbuh menjadi anak yang baik, terjaga sopan santunnya, cerdas, patuh, dan terampil. Selain itu, banyak lagi harapan lainnya tentang anak yang kesemuanya mengerucut pada sesuatu yang positif.

Pada posisi lain, setiap orang tua pasti berkeinginan untuk mendidik anaknya secara baik dan berhasil. Mereka berharap mampu membentuk anak yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, berbakti pada orang tua, berguna bagi dirinya, keluarga, masyarakat, nusa bangsa-negara juga bagi agamanya serta anak yang cerdas memiliki kepribadian yang utuh.

Sejak lahir anak dididik secara baik dan benar, dihindarkan dari kesalahan dalam mengasuh dan mendidik, baik kesalahan yang diperbuat oleh orang tuanya maupun oleh lingkungan sekitamya.

Namun ironisnya, tidak sedikit orangtua yang berkeinginan agar anaknya pintar, tetapi dirinya sendiri tidak berusaha meningkatkan kualitas dan taraf pendidikan. Padahal, salah satu penyebab anak menjadi malas belajar dikarenakan kurangnya (motivasi) stimulus mental oleh orang tua di rumah terutama bagi orang tua yang tidak berpendidikan.

Orang tua dengan tingkat pendidikan rendah atau tidak berpendidikan mempunyai keterbatasan pengetahuan dan pengalaman dalam hal mendidik anak. Ini menyebabkan anak tidak bisa pengembangkan bakat dan potensinya secara optimal sehingga prestasi anak cenderung rendah.

Orang tua jarang memperhatikan perkembangan belajar anak. Orang tua kurang mengerti tentang apa saja yang dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan anak. Orang tua jarang menemani, membimbing dan menyemangati belajar anak sehingga motivasi belajar anak menjadi rendah, dan seterusnya.

Keempat, faktor ekonomi keluarga. Tidak sedikit penyebab anak turun ke jalan adalah masalah ekonomi keluarga anak jalanan yang menuntut anak ikut andil dalam mencukupi kebutuhan keluarganya. Rata-rata penghasilan orang tua yang minim ditambah kebutuhan sehari-hari yang semakin melambung membuat para orang tua terpaksa memberdayakan dan mengkaryakan anaknya untuk membantu perekonomian keluarga.

Penanganan sedini mungkin
Menangani masalah anak jalanan diperlukan sinergi dan kesungguhan dari setiap lingkungannya, sedini mungkin untuk mengerem laju pertumbuhan anak jalanan. Diperlukan strategi intervensi maupun indikator keberhasilan yang terukur dan jelas dalam penanganan anak jalanan dilakukan secara holistik mengacu kepada visi atau grand design pembangunan kesejahteraan dengan memperhatikan dimensi pengembangan masyarakat, karakteristik anak jalanan, dan model penanganan yang diterapkan.

Yang utama dan pertama yakni bagaimana mengembalikan fungsi, kewajiban, dan peran vital orangtua dalam keluarga. Baik dalam hal menjaga kualitas perhatian dan kasih sayang terhadap anak, menjaga keharmonisan keluarga sehingga melahirkan kenyamanan bagi anak, maupun senantiasa meningkatkan kualitas wawasan pengetahuan dalam konteks pendidikan.

Halaman
123
Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved