Home »

News

» Jakarta

Berita Jakarta

Operasi Simpatik, Pengendara yang Melawan Arus Akan Dikenai Tilang Maksimal

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Indra Jafar mengatakan, pengendara yang melawan arus akan langsung ditilang.

Operasi Simpatik, Pengendara yang Melawan Arus Akan Dikenai Tilang Maksimal
banjarmasinpost.co.id/khairil rhaim
Razia di depan kantor Dispenda Kalsel, Jumat (28/11/2014). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Meski Operasi Simpatik Jaya 2017 berfokus pada edukasi dan kampanye keselamatan berkendara, ada pelanggaran yang harus ditindak tegas tanpa perlu imbauan.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Indra Jafar mengatakan, pengendara yang melawan arus akan langsung ditilang.

"Pelanggaran yang fatalitas tinggi seperti melawan arus itu bahaya, harus ditilang dong, masa diperingatkan, ah besok begitu lagi. Makanya harus ditindak," kata Indra di Mapolda Metro Jaya, Rabu (1/3/2017).

Pelanggar akan dikenakan tilang maksimal. Hal ini dikarenakan e-tilang sudah diberlakukan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Kalau mereka mau cepat bayar langsung, selesai. Di ATM atau di bank juga bisa. Ini untuk transparansi dan akuntabel jadi tidak ada main mata," ujar Indra.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebutkan sejumlah pelanggaran yang menjadi sasaran operasi anggota polisi.

"Sasaran operasi pengembalian fungsi trotoar (ojek, PKL), penertiban parkir on street (rambu larangan parkir, letter S, bahu jalan), sepeda motor lajur kiri (kanalisasi), sterilisasi jalur busway, sepeda motor melawan arus (jalur khusus)," kata Argo.

Selain itu, kendaraan yang melanggar yellow box atau stopline, yang menggunakan rotator atau sirene, dan yang spesifikasi tidak sesuai tampilan fisik, juga akan ditindak.

Argo mengatakan, operasi itu mengedepankan pencegahan dan edukasi keselamatan bagi pengguna jalan.

"Target operasi tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk berperan serta secara aktif dalam membangun budaya patuh hukum dalam berlalu lintas," kata Argo.

Operasi Simaptik Jaya 2017 akan digelar selama 21 hari selama 1 sampai dengan 21 Maret 2017.

Di wilayah hukum Polda Metro Jaya, disiapkan 2.000 personel di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok untuk melaksanakan operasi itu.

Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help