Health Info

Ini Dia 5 Jenis Teh yang Terbukti Efektif Turunkan Berat Badan

"Saya pertama kali belajar tentang manfaat teh untuk penurunan berat badan ketika ibu saya menjadi korban diabetes"

Ini Dia 5 Jenis Teh yang Terbukti Efektif Turunkan Berat Badan
banjarmasinpost.co.id/kompas.com/SHUTTERSTOCK
Teh hijau 

Teh Oolong juga memiliki efek menenangkan. Minum secangkir jika Anda merasa gugup atau lelah setelah bekerja seharian.

3. Penekan Nafsu Makan: Teh Mint

Hanya dengan menghirup aroma mint saja, nafsu makan Anda sudah akan berkurang. Manfaatnya akan maksimal jika Anda meminumnya, karena itu berarti, Anda juga mendapat manfaat katekin yang terdapat di dalam teh.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Neurological and Ortophedy Medicine menemukan, bahwa orang yang mengendus aroma mint setiap dua jam, rata-rata kehilangan 2,3 Kg dalam waktu satu bulan. Mint juga berguna untuk menghilangkan mual dan menekan stres.

4. Pencegah Terbentuknya Lemak: Teh Putih

Teh putih berfungsi membantu mencegah terbentuknya sel-sel lemak baru.

Teh putih adalah teh yang dikeringkan secara alami di bawah sinar matahari, sehingga minim pemrosesan dengan mesin dan paling kaya antioksidan di antara teh lainnya. Teh putih memiliki antioksidan polifenol tiga kali lebih banyak dari teh hijau.

Jurnal Nutrition and Metabolism menunjukkan bahwa teh putih dapat meningkatkan proses lipolisis (pemecahan lemak) dan mencegah adipogenesis (pembentukan sel-sel lemak). Jika ada teh diet yang paling ampuh, maka teh putih adalah yang nomor satu.

5. Penghenti Rasa Lapar: Teh Rooibos

Teh Rooibos berguna untuk mengatur hormon penyimpan lemak. Teh Rooibos terbuat dari daun tanaman "bush merah" yang tumbuh secara eksklusif di wilayah Cederberg Afrika Selatan, dekat Cape Town.

Yang membuat teh ini sangat baik untuk perut Anda adalah kandungan flavanoidnya yang unik dan kuat yang disebut Aspalathin.

Penelitian menunjukkan, senyawa ini dapat mengurangi hormon stres yang memicu kelaparan dan penimbunan lemak yang terkait dengan hipertensi, sindrom metabolik, penyakit kardiovaskuler, resistensi insulin dan diabetes tipe-2.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved