Kunjungan Raja Salman

Pelaku UMKM Kalsel Berharap Kedatangan Raja Arab Kian Membuka Peluang Produk Mereka

Penandatanganan kerja sama disaksikan Presiden Jokowi dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud di Istana Bogor, Rabu (1/3/2017) lalu.

Pelaku UMKM Kalsel Berharap Kedatangan Raja Arab Kian Membuka Peluang Produk Mereka
Banjarmasinpost.co.id/Hasby Suhaily
Pelaku UMKM, Heldawati 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga dan otoritas UKM Kerajaan Arab Saudi menyepakati kerja sama pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) kedua negara.

Penandatanganan kerja sama disaksikan Presiden Jokowi dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud di Istana Bogor, Rabu (1/3/2017) lalu.

Wakil Ketua VIII BPD HIPMI Kalsel Bidang UKM, Koperasi dan Pengembangan Start-Up, Sudirwo mengatakan, dengan kerja sama ini akan mendorong dan memberikan kontribusi bagi pembentukan hubungan yang saling menguntungkan dalam pengembangan UKM antara kedua belah pihak. Kerja sama ini akan sangat bermanfaat bagi Indonesia mengingat jumlah UKM Indonesia lebih dari 59 juta.

Perlu diambil momentum berharga ini untuk mengangkat produk lokal dari Kalimantan Selatan khususnya yang khas dan banyak diperlukan di negara Arab.

"Dengan beragam suku bangsa yang berada di sana, tentu akan menjadi potensi pasar yang sangat besar untuk menjual berbagai barang," katanya, Jumat (3/3/2017).

Dia juga mengatakan, potensi produk lokal yang bisa dipasarkan di negara Arab antara lain olahan kayu, souvenir, kerajinan tangan, konveksi hingga makanan. Khususnya makanan dan konveksi sangat dibutuhkan khususnya bagi para jamaah umroh dan haji.

Tentu hal ini tidak lepas dari produk UKM yang berkualitas dan memenuhi standarisasi, khususnya di negara Arab yang perlu disertifikasi halal dan label berbahasa Arab.

"Jadi syarat mutlak bagi UKM yang produknya ingin masuk pasar negara Arab untuk memenuhi persyaratan tersebut," ujar Sudirwo.

HIPMI Kalsel sebagai kepanjangan tangan pusat di daerah, turut mendorong pembangunan dan membantu pembinaan anggota. Di Kalsel dengan mayoritas usaha anggotanya berskala UKM tentu menjadi angin segar untuk berinvestasi memasarkan produk ke negara Arab.

Lanjut Sudirwo, enam poin kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi di bidang UKM yakni pertukaran informasi mengenai program-program UKM, pertukaran tenaga ahli, fasilitasi kerja sama dalam meningkatkan kualitas produk dan daya saing UKM.

Halaman
12
Penulis: Hasby
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved