Home »

Video

NEWSVIDEO

Gelar Program Jumat Berkah dan Peduli, Polres Tapin Berikan Bantuan Untuk Warga Kurang Mampu

Sejumlah delapan orang Polwan dari Polres Tapin memasuki areal persawahan dan hutan kecil di Kelurahan Rangda Malingkung, Rantau Kabupaten Tapin

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Sejumlah delapan orang Polwan dari Polres Tapin memasuki areal persawahan dan hutan kecil di Kelurahan Rangda Malingkung, Rantau Kabupaten Tapin, Jumat (3/3/2017) pagi.

Para Polisi itu mengunjungi dan memberi bantuan keluarga Mansyah (70) yang hidupnya tergolong sangat miskin. Dinding rumahnya terbuat dari anyaman bambu dan atap daun yang sudah lapuk.

Para Polwan itu berjalan masuk hutan tanpa alas kaki, akibatnya kaki para Polwan cantik tersebut kotor oleh lumpur.

Mereka mengira rumah warga miskin itu hanya di pinggir jalan ternyata masuk hutan kecil sejauh 200 meter. Jalannya becek, licin dan sedikit berduri dari duri ilalang. Terpaksa Polwan itu melepas sepatunya, kemudian nekat berjalan tanpa alas kaki.

Para Polwan itu didampingi Kapolsek Tapin Utara AKP Didik Yudi dan Kasat Bimas Polres Tapin AKP Erliyanto.

Keluarga miskin yang diberi bantuan, Mansyah tinggal bersama istri dan anaknya. Warga Jalan Kesuma Giri Kelurahan Rangda Malingkung Kecamatan Tapin Utara Kabupaten Tapin.

Menurut Kapolsek Tapin Utara AKP Didik Yudi, bantuan sembako kepada keluarga miskin itu adalah kegiatan rutin Polres Tapin yang diberi nama "Jumat Berkah Polres Tapin."

Bantuan yang diberikan berupa telur, beras, mie instan, gula dan sembako lainnya. Serta uang.

Menurut AKP Didik Yudi yang didampingi Kasat Bimas Polres Tapin AKP Erliyanto, pihaknya sedang mengupayakan membedah rumah warga miskin tersebut.

Kami akan berkoordinasi dulu dengan dinas sosial supaya keluarga Mansyah diberi program bedah rumah, jelas AKP Didik.

Kalau tidak ada jatah dari dinas sosial, maka kami dari Polsek Tapin Utara akan berupaya sekuat tenaga membangunkan rumah seorang keluarga sangat miskin tersebut, ucapnya.
Mansyah berharap kepada Pemda Tapin agar membangunkannya rumah atau diberi jatah bedah rumah.

Menurut Mansyah rumahnya sudah tidak layak lagi dihuni, sebab dindingnya yang terbuat dari anyaman bambu sudah keropos. Atas rumah sudah tua sehingga kalau hujan, sering air masuk ke rumah.

Dijelaskan Mansyah, dirinya hanyalah buruh tani yang penghasilan sangat kecil dan tidak menentu.

Menurut Mansyah di rumahnya juga tidak ada lampu PLN, selama ini hanya menggunakan lampu teplok.

"Saya berharap sekali dibangunkan rumah oleh pemda Tapin," pinta Mansyah.

Penulis: Ibrahim Ashabirin
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help