Berita Tanahlaut

Waduh, Tower Roboh Tak Diganti, Ratusan Kepala Keluarga Hanya Nikmati Listrik 12 Jam

Tower milik Pemkab Tanahlaut yang roboh akibat kabel listriknya terseret antena kapal tagboat melintas di sungai Muara Kintap, masih belum diganti

Waduh, Tower Roboh Tak Diganti, Ratusan Kepala Keluarga Hanya Nikmati Listrik 12 Jam
BANJARMASINPOST.CO.ID/Mukhtar Wahid
Tower jaringan listrik roboh di Muara Kintap Tanahlaut 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Tower jaringan listrik milik pemerintah kabupaten Tanahlaut yang roboh akibat kabel listriknya terseret antena kapal tagboat yang melintas di sungai Muara Kintap, masih belum diganti. 

Dampaknya, sebanyak 22 kepala keluarga tidak menikmati aliran listrik dari PLN Area Kotabaru selama 24 jam.  Mereka menikmati listrik tak lebih hanya 12 jam. Itu karena dua mesin genset sementara dihidupkan bergantian. 

Sampai kapan penderita warga yang mayoritas bekerja di bidang perikanan dan nelayan bisa kembali menikmati listrik 24 jam, belum ada kepastian.

Keberadaan tower milik Dinas Perhubungan Kabupaten Tanahlaut itu rusak. Kerangka besi patahan towernya masih terlihat dan menjadi saksi kesulitan warga setempat.

Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Tanahlaut, Nurtumai Irian Bari dikonfirmasi BPost Online, membenarkan bahwa penyelesaian ganti tower itu hingga kini belum ada kejelasan. 

"Memang belum diganti tower itu. Tidak tahu kapan. Kemampuan genset itu tak bisa lama. Jangan sampai warga di Desa itu mengeluh," katanya.

Warga dua RT di Desa Muara Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut, terancam gelap gulita, karena tower milik Dinas Perhubungan Kabupaten Tanahlaut yang dicantoli kabel listrik itu roboh.

Tower itu roboh setelah kabel yang membentang di atas Sungai Muara Kintap terseret antena kapal tugboat yang melintas di Sungai Kintap.

Tower milik Dinas Perhubungan Kabupaten Tanahlaut yang dicantoli kabel listrik itu sebagian besinya patah. Beruntung, patahan tower itu tak menimpa para nelayan yang berakibat di dermaga pelabuhan milik Pemerintah Provinsi Kalsel.

Sekedar diketahui, lalulintas kapal tagboat yang menarik kapal tongkang melintas di alur Sungai Muara Kintap, kerap menuai masalah. Itu berdampak pada warga setempat.

Peristiwa terkini, dua kapal togboat mengawal kapal tongkang, justru meninggalkan kapal tongkang yang bermuatan batubara. Akibatnya kapal tongkang itu hanyut menghantam dermaga pelabuhan pembongkaran ikan.

Bahkan, hingga kini ganti rugi yang disepakati dengan nelayan Muara Kintap lepas janji untuk mengganti rugi kapal nelayan yang tenggelam serta merusak puluhan kapal nelayan yang sedang sandar. (*)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved