Berita Internasional

Somalia Dilanda Kemarau Panjang, Dua Hari 110 Orang Mati, 50 ribu Anak Terancam Menyusul

Perdana Menteri Somalia, Hassan Khaire, Sabtu (4/3/2017) sore waktu setempat, mengumumkan 110 orang meninggal akibat kelaparan selama dua hari

Somalia Dilanda Kemarau Panjang, Dua Hari 110 Orang Mati, 50 ribu Anak Terancam Menyusul
AFP/Washington Post
Anak-anak Sudan Selatan menderita gizi buruk. Ibu-ibu juga tak dapat menyusui bayinya lagi karena mereka juga kelaparan. 

MOGADISHU - Perdana Menteri Somalia, Hassan Khaire, Sabtu (4/3/2017) sore waktu setempat, mengumumkan 110 orang telah meninggal akibat kelaparan selama dua hari di wilayah Bay.

Mereka mati akibat didera kelaparan dalam 48 jam di wilayah kekeringan di Somalia. Sementara itu, sekitar 50 ribu anak berada di ambang kematian.

Kemarau panjang telah melanda hampir seluruh Somalia, dan paling parah di bagian barat yang paling bergolak sebagaimana dilaporkan The Independent, Minggu (5/3/2017).

Pemerintah Somalia mengumumkan bencana nasional pada Selasa (28/2/2017).

Empat hari kemudian, Sabtu, Hassan Khaire menyampaikan kepada komisi nasional bahwa kekeringan telah menyebabkan 110 orang mati kelaparan di wilayah Bay, Somalia barat.

Perserikatan Bangsa-Bangsa sebelumnya telah mengumumkan, lima juta penduduk negara yang terletak di Tanduk Afrika itu membutuhkan bantuan pangan darurat.

Ribuan orang telah tiba Mogadishu, ibu kota Somalia, untuk mencari pertolongan darurat.

Sebanyak 7.000 orang mengalir ke sebuah lumbung persediaan pangan, namun stok sangat tipis.

Somalia adalah satu dari empat negara – selain Nigeria, Sudan Selatan, dan Yaman – yang mendapat dana 3,6 miliar poundsterling atau sedikitnya Rp 60 trilun untuk mengatasi kelaparan.

Pada Februari, Save the Children memperingatkan Somalia berada pada "titik kritis".

Halaman
12
Editor: Syaiful Akhyar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved