Earworm, Penyebab Suatu Lagu Bisa Terus Terngiang-ngiang di Kepala Kita

Kita semua pasti pernah merasakan, ada saja beberapa lagu dengan nada dan irama yang mudah diingat “terputar” secara otomatis di kepala kita

Earworm, Penyebab Suatu Lagu Bisa Terus Terngiang-ngiang di Kepala Kita
intisari online
Jika lagu terngiang adalah lagu yang kita suka, mungkin kita tidak akan terganggu. Lain halnya kalau yang terngiang adalah lagu yang tidak kita sukai? 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kita semua pasti pernah merasakan, ada saja beberapa lagu dengan nada dan irama yang mudah diingat “terputar” secara otomatis di kepala kita, dan sekalinya lagu itu “terputar” di kepala, rasanya sulit untuk menghilangkannya.

Mungkin kita tidak akan terganggu jika lagu yang terputar adalah lagu yang kita suka, namun, bagaimana jika yang terputar adalah lagu yang tidak kita sukai? Kira-kira apa, ya, penyebabnya?

Istilah lagu-lagu dengan nada dan irama yang mudah diingat dan “terputar” secara terus-menerus di kepala kita ini disebut Earworm. Berdasarkan beberapa studi, secara garis besar semua lagu Earworm memiliki beberapa kesamaan.

Garis besar persamaan yang dimiliki oleh lagu-lagu Earworm adalah berasal dari lagu-lagu yang sering kita dengar.

Jadi, jika kita sering mendengarkan radio, maka lagu-lagu Earworm seringkali berasal dari tangga lagu yang sedang populer saat ini, karena, biasanya lagu yang berada dalam tangga lagu populer memiliki nada yang repetitif, serta irama yang khas.

Dikutip dari livescience.com, Kelly Jakubowski, peneliti pasca-doktoral di Departemen Musik dari Durham University, Inggris, mengatakan;

“Kesimpulannya adalah, lagunya harus cukup sederhana untuk bisa diingat secara spontan, tetapi juga harus memiliki sesuatu yang sedikit unik, sehingga membuat otak mau mengulangnya secara terus-menerus.”

Inilah mengapa musisi (atau orang yang memiliki rasa yang peka terhadap musik) lebih mudah untuk mengalami Earworm -- Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Psychology of Music pada tahun 2012.

Penelitian yang disajikan saat 12th International Conference on Music Perception and Cognition di Thessaloniki, Yunani pun menujukkan bahwa orang yang memiliki kecenderungan perilaku obsesif kompulsif (bukan berarti mereka mengidap perilaku obsesif kompulsif, namun hanya kecenderungan) lebih sering mengalami Earworm dibandingkan mereka yang tidak.

Menghilangkan Earworm pun sulit jika kita ingin menghilangkannya secara sengaja.

Berdasarkan studi yang diterbitkan pada tahun 2010 di British Journal of Psychology, para peneliti meminta orang-orang untuk mencatat lagu-lagu Earworm apa saja yang mereka alami.

Hasilnya, semakin mereka mencoba secara sengaja untuk menyingkirkan Earworm dari kepala mereka, semakin lama pula lagu-lagu itu “terperangkap” di kepala mereka.

Menurut para peneliti, ketika kita berpikir mencoba untuk menghilangkan lagu-lagu Earworm, maka sama saja dengan tetap membuatnya ada di kepala kita, karena kita sudah memikirkan lagu-lagu Earworm tersebut.

Hal inilah yang menyebabkan akan lebih sulit untuk menghilangkan lagu-lagu Earworm yang tidak kita sukai dan berusaha kita “buang” dari kepala kita, dibandingkan lagu-lagu Earworm yang kita sukai.

Editor: Edinayanti
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved