Kebun Kelapa Sawit Rakyat Akan Disertifikasi, Pemerintah Siapkan Perpres

Masalah legalitas lahan perkebunan dan pemukiman para petani kelapa sawit masih menjadi polemik yang tak juga selesai.

Kebun Kelapa Sawit Rakyat Akan Disertifikasi, Pemerintah Siapkan Perpres
KOMPAS IMAGES
Tandan buah segar kelapa sawit dinaikan ke atas truk. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Masalah legalitas lahan perkebunan dan pemukiman para petani kelapa sawit masih menjadi polemik yang tak juga selesai.

Ini karena sebagian lahan milik petani kelapa sawit ini masuk dalam kawasan hutan, sehingga dianggap tidak memiliki legalitas secara hukum.

Hal ini pun belakangan dimanfaatkan sebagai kampanye hitam oleh Uni Eropa. Beberapa lembaga seringkali memboikot produk sawit asal Indonesia yang disebut menyebabkan deforestasi atau kerusakan hutan.

Tak ingin hal ini terus berlanjut, pemerintah berinisiatif segera menerbitkan peraturan presiden (Perpres) terkait legalitas lahan perkebunan sebagai upaya menangkal kampanye itu.

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil menyatakan, institusinya saat ini tengah menyiapkan draf perpres tersebut.

Di Perpres tersebut, Sofyan menuturkan bahwa masyarakat seperti petani sawit yang sudah terlanjur tinggal di kawasan lahan, bisa mengajukan sertifikat.

"Mereka bukan tidak punya lahan, tapi lahan yang mereka punya tidak diakui oleh negara," terangnya, Kamis (9/3/2017).

Selama ini, secara fakta memang ada masyarakat yang tinggal maupun berkebun di kawasan hutan selama puluhan tahun. Tetapi, secara yuridis masyarakat tersebut belum memiliki legalitas lahan tersebut.

Selain itu, dalam rancangan beleid tersebut, pemerintah bukan memberikan lahan, melainkan mengakui secara legal lahan tersebut sebagai milik masyarakat setempat.

"Perpres sedang dalam proses, satu bulan sampai dua bulan ini mudah-mudahan selesai. Aturan ini bagian dari reforma agraria," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help