Tak Ingin Repotkan Anak, Kakek dan Nenek 18 Cucu Ini Jual Togel

Dari tangan keduanya, petugas mengamankan barang bukti berupa dua lembar kertas rekapan togel, satu handphone (HP)

Tak Ingin Repotkan Anak, Kakek dan Nenek 18 Cucu Ini Jual Togel
Tribunjatim.com
Pasutri Slamet (60) dan Muah (64) menunjukan barang bukti judi togel yang membuat dirinya ditangkap Unit Reksrim Polsek Bubutan, Surabaya, Minggu (12/3/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SURABAYA - Pasangan suami istri (Pasutri) Slamet (60) dan Muah (64) tidak menyangka akan tinggal di sel tahanan Polsek Bubutan Surabaya, Jawa Timur.

Pasutri asal Krembangan Wates, Surabaya itu dibui gara-gara menjadi pengecer togel.
Kakek dan nenek yang memiliki 18 cucu ini sudah setahun lebih menjadi pengecer togel di rumahnya.

Slamet menerima uang dan nomor dari penombok. Sedang Muah, bertugas merekap semua nomor penombok. Keduanya pun bergantian setor kepada sang bandar.

Tindak perjudian tersebut ternyata terendus Unit Reskrim Polsek Bubutan yang akhirnya melakukan penangkapan, Sabtu (11/3/2017).

"Kami menangkap tersangka usai menerima tombokan dari pelanggan. Keduanya langsung kita bawa ke Mapolsek," kata Kanit Reskrim Polsek Bubutan, AKP Budi Waluyo, Minggu (12/3/2017).

Dari tangan keduanya, petugas mengamankan barang bukti berupa dua lembar kertas rekapan togel, satu handphone (HP) untuk alat komunikasi dengan pelanggan dan bandar, serta uang tunai sebesar Rp 145.000,.

"Kami masih mengembangan untuk menangkap bandarnya," sambung Budi.

Tersangka Slamet mengaku, bisa mendapat uang Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu dalam setiap bukaan togel. Jumlah keuntungan yang cukup lumayan.

"Buat tambahan biaya hidup. Saya tidak ingin merepotkan anak-anak," aku Slamet yang diamini Muah.

Kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian dengan ancaman hukuman lima tahun. (tribunjatim.com)

Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved