Stiker Biru Wajib Ditempel di Taksi Online, Agar Mudah Dikenal Penumpang

Hal ini bertujuan memudahkan para penumpang mengenali kendaraan sewa khusus tersebut yang tak berpelat kuning.

Stiker Biru Wajib Ditempel di Taksi Online, Agar Mudah Dikenal Penumpang
KOMPAS IMAGES
Desain stiker yang wajib dipasang di armada taksi online dari Kementerian Perhubungan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Taksi daring berbasis aplikasi akan wajib memasang stiker. Hal ini bertujuan memudahkan para penumpang mengenali kendaraan sewa khusus tersebut yang tak berpelat kuning.

"Stiker ini tanda di mana taksi online beroperasi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto Iskandar dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Stiker tersebut berbentuk bulat sebagai simbol dari roda dan di dalamnya terdapat huruf T yang merupakan tanda dari Taksi. Selain itu, rencananya stiker tersebut akan berwarna biru.

"Warna biru itu melambangkan cinta angkutan aplikasi ini," katanya.

Pudji mengatakan, pihaknya telah melakukan uji publik terkait dengan penempelan stiker sebagai penanda tersebut kepada operator taksi daring serta pemangku kepentingan lainnya.

Kemenhub telah melakukan uji publik revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek. Terdapat 11 poin yang menjadi bahan revisi PM 32/2016.

Yakni taksi daring masuk ke dalam angkutan sewa khusus, mobil 1.000 cc bisa dioperasikan, pemda berhak mengatur tarif batas atas dan bawah taksi daring, pemda berhak membatasi jumlah taksi daring sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing.

Selanjutnya kewajiban balik nama STNK harus atas nama perusahaan terhitung masa berlaku STNK pribadi habis, wajib uji berkala (KIR), memiliki pool bisa dengan kerja sama, memiliki bengkel yang bisa bergabung dengan perusahaan tertentu.

Mereka juga diwajibkan membayar pajak bagi perusahaan aplikasi sesuai dengan apa yang diatur Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, memberikan akses kepada Kemenhub berupa data pengemudi (dashboard) oleh perusahaan taksi daring dan pemberian sanksi berupa teguran hingga pemblokiran. 

(Penulis: Juwita Trisna/Antara)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved