BanjarmasinPost/

Pilkada DKI 2017

Seperti Apa Program Transportasi Massal Anies-Sandi? Ternyata Cuma Rp 5 Ribu

Saat berkunjung ke kawasan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (10/3/2017), Sandi menyebut konsep OK-OTRIP berbeda

Seperti Apa Program Transportasi Massal Anies-Sandi? Ternyata Cuma Rp 5 Ribu
kompas.com
Pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (25/10/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, telah memperkenalkan program mereka di bidang transportasi yang dinamakan OK-OTRIP. Program ini merupakan konsep untuk menerapkan tarif transportasi terintegrasi sebesar Rp 5.000.

Saat berkunjung ke kawasan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (10/3/2017), Sandi menyebut konsep OK-OTRIP berbeda dengan Transjakarta yang menerapkan tarif Rp 3.500 sekali jalan.

Pada OK-OTRIP, Sandi berjanji akan menggandeng angkot-angkot eksisting untuk dijadikan angkutan pengumpan. Hal ini berbeda dengan sistem Transjakarta saat ini yang angkutan pengumpannya adalah bus-bus sedang.

Menurut Sandi, sistem Transjakarta yang diterapkan saat ini tidak mengakomodir keberadaan angkot sehingga pengguna Transjakarta yang harus mengeluarkan biaya ongkos angkot untuk menuju ke halte Transjakarta.

"Sekarang hanya lewat Transjakarta saja. Kalau sampai bawah sambung pakai angkot dan sebagainya sampai Transjakarta bisa sampai Rp 15.000. Tapi nanti OK-OTRIP Rp 5.000 semua," ujar Sandi.

Juru bicara Anies-Sandi, Pandji Pragiwaksono, menjelaskan melalui www.pandji.com, bahwa tidak semua kawasan permukiman di Jakarta bisa dilalui bus. Di situlah dia menilai perlu menggandeng angkot-angkot untuk jadi angkutan pengumpan.

Pandji mengatakan angkot merupakan angkutan yang lahir dari kebutuhan masyarakat sehingga dia menilai angkot tidak akan bisa dihapus seperti keinginan Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama.

Pada beberapa kesempatan, Ahok memang beberapa kali melontarkan keinginan untuk menghapus angkot. Selain itu, ia juga menyebut angkot pasti akan kalah bersaing jika tidak mau beragabung dalam sistem Transjakarta.

"Jangankan angkot, di kompleks perumahan saya, odong-odong jadi moda transportasi. Kagak bohong saya. Isinya ibu-ibu semua. Sampai supermarket, turun ngasi duit ke sopirnya. Itu terjadi karena kebutuhan," kata Pandji.

Menurut Pandji, angkot harus dijadikan bagian dari perubahan yang dirangkul dan diubah sistemnya menjadi lebih baik.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help