Berita Tanahlaut

Petugas Satpol PP Turunkan Terpal Kios Pedagang Pasar Pelaihari

Tim penataan dan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Rindani hingga Jalan Pintu Air, Kelurahan Pelaihari, memenuhi janjinya.

Petugas Satpol PP Turunkan Terpal Kios Pedagang Pasar Pelaihari
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Petugas Satpol PP, menegur pedagang kios di Pasar Pelaihari yang memasang terpal karena merusak keindahan dipandang mata, Jumat (17/3/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Tim penataan dan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Rindani hingga Jalan Pintu Air, Kelurahan Pelaihari, memenuhi janjinya.

Jumat (17/3/2017), para PKL yang berjualan di bahu jalan diminta membenahi dagangannya. Tak hanya itu, pedagang kios yang memasang terpal pun diminta melepaskan. Ini agar indah dipandang mata.

"Dilepas saja terpal, agar nyaman dan indah dipandang," ujar satu petugas Satpol PP Kabupaten Tanahlaut meminta pedagang yang menempati kios di Pasar Pelaihari.

Para PKL di Jalan Rindani diminta berkumpul untuk mencabut nomor undian lapak yang disiapkan Himpunan Pedagang Ikan Ayam dan Sayur Pasar Pelaihari.

H Mahyudin, Ketua Himpunan Pedagang Ikan Ayam dan Sayur Pasar Pelaihari mengaku sudah menyediakan 51 los untuk menampung para PKL.

"Itu sesuai pendataan pihak kami terhadap para pedagang ikan, ayam dan sayur-sayuran yang berjualan di jalan Rindani. Selebihnya itu pedagang punya los, tapi memilih berjualan di jalan," katanya.

Tim penataan dan penertiban pasar Pelaihari, terdiri dari Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Perdagangan, Dinas Perhubungan, Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran dan Polisi dari Sataabhara Polres Tanahlaut.

Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Perdagangan Kabupaten Tanahlaut, Anang Pandi mengaku senang karena kondisi pasar Pelaihari mulai ditata secara bertahap.

"Ada lima titik pedagang yang akan kita tertibkan. Kita sudah anggarkan biaya operasional tim penataan dan penertiban pasar Pelaihari ini. Dulu tidak bisa dianggarkan karena masih Kantor Pasar," ujarnya.

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help