Prodia Catat Kenaikan Laba Tahun 2016 Sebesar 49,3 Persen

Peningkatan laba perseroan dikarenakan kinerja Prodia yang membaik, dengan mencatatkan pertumbuhan pendapatan 13,4 persen menjadi Rp 1,36 triliun.

Prodia Catat Kenaikan Laba Tahun 2016 Sebesar 49,3 Persen
TRIBUN/HO
Direktur Utama PT Prodia Widyahusaha Tbk (Prodia) Dewi Muliaty (dua kiri) didampingi Project Manager PWHC Rini Budiyati (dua kanan) mengunjungi fasilitas Prodia Womens Health Centre (PWHC), pusat kesehatan khusus bagi perempuan berbasis women-wellness yang pertama di Indonesia dengan teknologi diagnostik terbaru, di gedung PWHC Wolter Monginsidi, Jakarta, Rabu (8/3/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan, Prodia Widyahusada'>PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) membukukan laba bersih tahun 2016 sebesar Rp 88,13 miliar, atau naik 49,3 persen dibandingkan laba tahun sebelumnya.

Peningkatan laba perseroan dikarenakan kinerja Prodia yang membaik, dengan mencatatkan pertumbuhan pendapatan 13,4 persen menjadi Rp 1,36 triliun.

Begitu pula dengan EBITDA yang tumbuh 19,3 persen secara tahunan, dan EBITDA margin sebesar 15,4 persen.

"Kinerja positif ini ditopang dengan bertambahnya jejaring layanan yang telah menyebar di 31 provinsi di Indonesia," kata Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty melalui keterangan tertulis kepada media, Jumat (17/3/2017).

Dewi mengatakan, tahun 2016 merupakan tahun yang sangat penting bagi Prodia yang berkomitmen memberikan kinerja positif bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan pasca pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) pada awal Desember 2016 lalu.

Hingga akhir tahun 2016, Prodia telah memiliki jejaring layanan sebanyak 259 outlet Prodia, terdiri dari 129 laboratorium klinik. 

Termasuk empat diantaranya dengan tambahan izin dan layanan klinik Prodia Health Care/PHC), 1 PHC stand alone, 2 klinik khusus, 9 laboratorium Rumah Sakit, dan 118 Point of Care (POC) Service di klinik dokter yang tersebar di 31 Propinsi dan 106 kota di Indonesia.

Direktur Pemasaran Prodia, Indriyanti Rafi Sukmawati mengatakan, pada tahun 2016 telah dibuka dua layanan laboratorium rujukan berskala regional di Surabaya dan Makassar dengan kemampuan melakukan 244 dan 136 jenis tes.

Sementara untuk penambahan jenis tes baru, sepanjang tahun 2016, Prodia telah meluncurkan 11 jenis tes pemeriksaan yang baru termasuk Apo E Genotype dan BCR-ABL p210 kuantitatif serta 5 paket panel pemeriksaan laboratorium.

“Kualitas adalah prioritas utama Prodia dalam mendukung dan melayani 2,48 juta kunjungan pelanggan dengan total 14,59 juta tes per tahun," kata Indriyanti.

Komitmen terhadap kualitas layanan terbaik Prodia ditandai dengan diraihnya ISO 15189 di 25 laboratorium klinik Prodia, termasuk cabang Prodia Padang dan Cimahi yang baru saja menerima sertifikasi ISO tersebut di tahun 2016. (KOMPAS.com)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved